Sarapan atau makan di pagi hari, bagi sebagian orang sering terabaikan. Padahal, pagi hari adalah keadaan dimana manusia pada umumnya akan memulai mengerjakan segala aktivitas sehari-harinya, seperti bekerja, belajar, kuliah, mengurus rumah tangga dan lain sebagainya. Karenanya, sarapan menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan.
Demikian disampaikan peneliti Departemen Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (Fema IPB) Prof.Dr Ikeu Tanziha saat menjadi narasumber Dialog Pakar di RRI Bogor, belum lama ini. Menurutnya, waktu sarapan dapat disesuaikan dengan ritme dimulainya aktivitas pagi hari, biasanya dilakukan pada pukul 06.00-09.00 WIB. “Sarapan merupakan kegiatan penting sebelum melakukan aktivitas fisik pada pagi hari, mengingat tubuh tidak mendapatkan makanan sekitar 10-11 jam di malam hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sarapan sebagai pemberi modal energi awal untuk beraktivitas sepanjang hari, juga memberikan kontribusi zat gizi seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral dari beragam pangan yang dikonsumsi saat sarapan, dan bermanfaat untuk berfungsinya berbagai proses fisiologis dalam tubuh. Sarapan juga dapat mengurangi kemungkinan jajan di perjalanan, sekolah maupun tempat kerja, sehingga dapat mengurangi risiko masuknya bahan tambahan makanan berbahaya, seperti zat pewarna, pengawet, pemanis, penyedap, dan sebagainya.
Sarapan membuat tubuh tetap vit dan tidak cepat lelah. Selain itu, sarapan dapat mencegah diabet tipe 2, membantu mengontrol berat badan, dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres. Penelitian telah banyak membuktikan, bahwa karyawan atau seseorang yang bekerja tetapi tidak sempat sarapan di pagi hari akan lebih rentan untuk mengalami stres. Sebaliknya, mereka yang menyempatkan diri untuk sarapan cenderung akan lebih siap dalam menjalankan pekerjaan serta lebih menikmati pekerjaannya tersebut. Hal ini ada hubungannya dengan kadar gula dalam darah.
Selain itu, sarapan juga mampu menjaga kesehatan jantung. Kebiasaan sarapan  yang teratur memiliki manfaat menyehatkan bagi jantung. Penelitian telah membuktikan, orang yang teratur melakukan sarapan memiliki kadar kolesterol yang jauh lebih rendah dibandingkan orang yang tidak membiasakan diri sarapan. Mekanisme inilah yang pada akhirnya ikut mencegah terjadinya penyakit mematikan, termasuk  penyakit jantung. Tentu ini juga harus diiringi dengan menu yang menyehatkan, seperti buah dan sayur, serta membatasi diri memakan gorengan atau asupan berlemak lainnya saat sarapan. Jenis makanan sarapan dapat dipilih dan disusun sesuai dengan keadaan dan akan lebih baik bila terdiri dari makanan sember tenaga, sumber zat pembangun, dan sumber zat pengatur dalam jumlah yang seimbang, pungkas Prof Ikeu. (wrw).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • *