Salah satu Tridarma Perguruan Tinggi adalah pengabdian masyarakat. FEMA yang notabene menjadi satu-satunya fakultas di IPB dengan kompetensi bidang sosial pertanian, semakin memperkuat langkahnya. FEMA bersama Lembaga Kemahasiswaannya (BEM, DPM, HIMAGIZI, HIMAIKO, dan HIMASIERA) bermitra dengan desa di sekitar Kampus IPB untuk melaksanakan program-program pengembangan masyarakat. Sebelum program dijalankan, pembukaan Desa Mitra Mahasiswa FEMA menjadi langkah awal kegiatan ini [29/3].

Pembukaan Desa Mitra ini bertujuan untuk memohon ijin dan memberitahukan kepada pihak dan warga desa terkait program yang nantinya akan dilaksanakan bersama masyarakat Desa Cibadak. Kegiatan ini bakal selesai pada Oktober 2015 dengan memadukan kompetensi dari 3 (tiga) departemen di FEMA, yaitu Departemen Gizi Masyarakat, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, dan Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintahan Desa, Ketua RT dan RW, Kader Posyandu, Bidan, serta warga sekitar.

Dalam sambutannya, Dekan FEMA, Dr Arif Satria menyampaikan ijin kepada pihak desa terkait mahasiswanya yang selama beberapa bulan nanti akan belajar bersama masyarakat Desa Cibadak. “Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, dan manusia mati meninggalkan ilmu yang bermanfaat”, pesan Dekan Termuda IPB ini kepada Pengurus Lembaga Kemahasiswaan FEMA. Berkenaan dengan hal tersebut, diharapkan mahasiswa dapat membawa kenangan manis di masyarakat Desa Cibadak.

Pihak Desa Cibadak tidak lupa berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang mau untuk bersama-sama membangun desa. “Semoga adanya adik-adik mahasiswa membawa pencerahan untuk warga kami. Kemajuan dari segala aspek kehidupan dan kenangan manis yang nantinya akan terukir di desa ini. Terima kasih atas bantuan untuk mengadakan kegiatan khitanan massal tahun kemarin (2014)”, terang Bapak Yunus sebagai perwakilan Kepala Desa Cibadak.

Di sela-sela kegiatan, Ketua Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Dr Siti Amanah yang juga hadir saat pembukaan memberikan pesan kepada hadirin terkait berbagai langkah awal untuk memajukan Desa Cibadak. “Kita harus melihat dan merencanakan, tahun 2020 nanti Desa Cibadak akan kita bangun seperti apa?” terang Dr Siti Amanah. Beliau juga bertutur bahwa banyak kegiatan ekonomi mikro yang dapat dibangun dengan menambah nilai jual suatu barang, seperti singkong yang bisa diolah menjadi singkong salju, dan kerudung yang bisa dihias sehingga harga jual lebih tinggi.

Tahun 2015 ini ada salah satu program unik yang akan dilaksanakan di desa, yaitu program edukasi gizi pra nikah untuk masyarakat desa. Selama ini masyarakat belum mengetahui pentingnya kondisi kesehatan sebelum pernikahan dilaksanakan. Kegiatan ini berlanjut dengan presentasi program dari setiap perwakilan Lembaga Kemahasiswaan FEMA. Sesi penutup dilakukan tanya jawab agar nantinya program yang akan dilaksanakan bersama masyarakat desa dapat berjalan secara partisipatif.

 

Sumber : fema.ipb.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • *