Summer Course 2019 Departemen Gizi Masyarakat # IPBSDGs3

Summer Course 2019 Departemen Gizi Masyarakat # IPBSDGs3

Kegiatan Summer Course yang diselenggarakan oleh Departemen Gizi Masyarakat pada tahun 2019 mengusung tema “Maternal and Child Nutrition Program in Indonesia: The First 1000 Days of Life” dan diselenggarakan pada 19-23 Agustus 2019. Peserta Summer Course kali ini diikuti oleh 25 mahasiswa asing dari Universiti Putra Malaysia, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Malaysia Terengganu, University of Niigata Prefecture Japan, dan Chulalongkorn University; serta 6 orang mahasiswa IPB.

Gambar 1  Pembukaan dan sambutan dari Dekan FEMA

Kegiatan Summer Course dibuka pada tanggal 19 Agustus 2019 oleh Dekan Fakultas Ekologi Manusia Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. Summer course diisi dengan sesi perkuliahan interaktif dengan narasumber mumpuni di bidangnya serta sesi praktikum yang terdiri dari kunjungan lapangan ke puskesmas, posyandu, industri makanan (Nestle Gallery), dan LSM (AgriSocio). Selain itu, peserta juga diajak untuk memasak makanan pendamping ASI berupa biskuit dari tepung ikan lele, sebagai salah satu  sesi praktikum yang memperkenalkan intervensi gizi untuk mencegah stunting pada anak balita. Adapun narasumber asing yang berpartisipasi dalam kegiatan ini diantaranya adalah Prof. Norimah A Karim dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Dr. Tipayanate Ariyapitipun dari Chulalongkorn Unversity, Dr. Leila S Africa dari University of the Philippines Los Banos, dan Prof. Asami Ota dari University of Niigata Prefecture Japan.

 

Gambar 2  Kunjungan ke Agriananda

 

Peserta Summer Course juga turut serta dalam Poster Competition dengan Tema “How to Improve Maternal and Child Nutrition in Indonesia: The First 1000 Days of Life”. Peserta Summer Course yang berhasil memperoleh penghargaan dalam kompetisi tersebut adalah Cut Ulfah Nihayati Soleha dan Syaifuzah binti Sapian dari Universiti Kebangsaan Malaysia sebagai Second Winner serta Nurul Humairah binti Mohd Foad and Khoi Zi Yee dari Universiti Putra Malaysia sebagai Third Winner.

Nutrition Fair # IPBSDGs3

Festival Pangan dan Gizi Nusantara dengan beberapa rangkaian acara antara lain aktivitas fisik, lomba masak, lomba pembuatan infografis dan video bidang gizi dan kesehatan tingkat nasional, lomba debat nasional serta diakhiri dengan acara puncak yakni seminar nasional dan penggalangan dana. Rangkaian kegiatan ini akan diselenggarakan mulai dari bulan Juli sampai September dan berpusat di tempat-tempat strategis yakni Gedung Graha Widya Wisuda, Gladiator IPB, Jl. Jendral Sudirman Bogor, dan Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB.

Tujuan Kegiatan :

1. Meningkatkan kesadaran dan memberikan pemahaman terkait penerapan gaya hidup sehat berdasarkan pedoman gizi seimbang dalam rangka mewujudkan masyarakat sehat dan sejahtera;

2. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui pengaturan diet dan aktivitas fisik;

3. Meningkatkan kepedulian masyarakat luas akan pentingnya aplikasi gizi seimbang melalui berbagai figur teladan salah satunya para pelajar;

4. Meningkatkan kreativitas masyarakat dalam menciptakan media persuasif terkait gizi dan menciptakan menu sarapan sehat bergizi seimbang berbasis pangan lokal.

 

==========================================================================================

NUTRITION FAIR # IPBSDGs3

The Archipelago Food and Nutrition Festival with a series of events including physical activities, cooking competitions, infographic and video making competitions in the field of nutrition and health at the national level, national debate competitions and ending with the top event which is a national seminar and fundraising. The series of activities will be held from July to September and will be centered in strategic places namely Graha Widya Wisuda Building, IPB Gladiator, Jl. Jendral Sudirman Bogor, and the Department of Community Nutrition, Faculty of Human Ecology, IPB. Held on 18 August 2019, 8 September 2019, 22 September 2019, 12 October 2019, with the aim of 1. Increasing awareness and providing understanding related to the application of a healthy lifestyle based on balanced nutrition guidelines to create a healthy and prosperous society; 2. Increase public awareness and participation to adopt a healthy lifestyle through regulating diet and physical activity; 3. Increasing public awareness of the importance of the application of balanced nutrition through various exemplary figures one of the students; 4. Enhancing community creativity in creating persuasive media related to nutrition and creating a healthy nutritious balanced breakfast menu based on local food.

Nutri Action # IPBSDGs3

Nutri Action merupakan program pelatihan dan praktik lapang terkait gizi di bawah naungan HIMAGIZI IPB dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. Nutri Action melakukan program-program untuk membantu mengatasi masalah gizi baik di lingkungan sekolah dasar maupun masyarakat dalam bentuk pemberian materi melalui berbagai media maupun praktik secara langsung.

Tujuan :

Meningkatkan pengetahuan,kesadaran dan kepedulian terhadap pentinganya gizi dan kesehatan masyarakat desa, khususnya peserta serta meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah seputar gizi dan kesehatan.

2018 : Sosialisasi dan Pelatihan Gizi untuk Tumbuh Kembang Anak “Program Kampung Anak Sejahtera” # IPBSDGs3

FOI Bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) memiliki misi untuk memulai program peningkatan gizi anak-anak, ibu hamil dan menyusui dalam program “Kampung Anak Sejahtera” yang akan dilaksanakan di Desa Cibatok Dua, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Program yang akan diinisiasi yaitu Program SADARI (Sayap Dari Ibu) berupa kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta edukasi mengenai kesehatan, gizi, dan pola asuh anak. Untuk meningkatkan pengetahuan kader dan relawan FOI terkait pentingnya gizi pada 1000 HPK.

Link Berita

 

Training on Trainers (TOT) Pendidikan Gizi Guru Sekolah Dasar # IPBSDGs3

Departemen Gizi Masyarakat bekerjasama dengan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia dan South East Asia Public Health Network (SEA-PHN) telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan materi pendidikan gizi bagi guru Sekolah Dasar (SD). Pelatihan yang telah diselenggarakan pada hari Rabu dan Kamis (1 – 2 Agustus 2018) ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat dosen Departemen Gizi Masyarakat, FEMA – IPB dan merupakan bagian dari kegiatan yang dilakukan secara serentak di beberapa Negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam). Sebagai tahap awal, peserta kegiatan ini adalah Kepala Sekolah dan guru kelas 4 SDN Gunung Batu 1 dan SDN Gunung Batu 2.

Secara garis besar, kegiatan TOT ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan Program Gizi Anak Sekolah untuk Mewujudkan Anak Sehat dan Aktif yang dalam skala ASEAN diberi nama “Good Nutrition, Key to Healthy Children (GNKHC)”. Materi pendidikan gizi yang disampaikan dalam TOT ini meliputi: Pola Makan Sehat, dari Tumpeng ke Piring; Hidup Aktif, Hidup Sehat; Serealia dan Umbi-Umbian untuk Badan Sehat dan Energik; Sayur dan Buah untuk Kesehatan; Protein membuatmu Tumbuh Lebih Tinggi; Batasi Gula, Garam dan Minyak agar Lebih Sehat; Pilih jajanan Aman dan Bergizi; Baca Label untuk Memilih Makanan Sehat; dan Review, Ringkasan Materi Gizi Anak Sekolah untuk Sehat dan Cerdas. Setelah TOT selesai dilaksanakan, maka tahap berikut nya adalah implementasi materi TOT oleh para guru SD kepada siswa didiknya sehingga tujuan besar program, yaitu mewujudkan anak yang sehat dan aktif akan dapat tercapai.

sumber : Muhammad Aries SP., M.Si

 

 

 

 

Program Warung Anak Sehat Dorong Peningkatan Gizi Anak

Sekretaris Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB Dr Ir Sri Anna Marliyati MS, bersama WAS Project Manager Sarihusada Talitha Andini Prameswari, penjual kantin di SDN Nogopuro Sleman, Nurianti Rahayu, dan Warung Anak Sehat Project Manager dari CARE Internasional Indonesia Handayani Sagala.

Anak di usia sekolah memiliki banyak aktivitas di luar rumah sehingga mendorong perilaku membeli makanan atau jajanan baik di dalam maupun sekitar sekolah. Namun, kebutuhan membeli makanan atau jajanan ini tidak selalu dibarengi dengan ketersediaan makanan atau jajanan yang bersih dan sehat. Hal ini, menjadi salah satu pemicu anak mengalami permasalahan gizi yang serius.

Project Manager Warung Anak Sehat (WAS) Sarihusada, Talitha Andini Prameswari, mengatakan, Program Warung Anak Sehat (WAS) yang telah berjalan di tahun kedua, bertujuan untuk mewujudkan sekolah dengan kantin sehat melalui pendampingan dan penyediaan material edukasi.

“Program WAS memiliki target untuk memperbaiki kebiasaan anak sekolah dalam mengonsumsi jajanan bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Kami melihat bila anak memiliki status gizi yang baik, maka anak dapat mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, dan sosial-emosional, secara optimal,” kata Talitha, dalam siaran persnya, Senin (30/10).

Program WAS, lanjut dia, telah menjangkau 350 Sekolah Dasar (SD) di empat kota di Indonesia yaitu Bogor, Bandung, Yogyakarta dan Ambon. “Dalam menjangkau sekolah-sekolah tersebut, WAS mendapatkan rekomendasi dari pemerintah, sehingga program ini dapat bersinergi dengan program pemerintah dan berjalan tepat sasaran,” tambah Talitha.

Sementara itu, Sekretaris Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB), Dr Ir Sri Anna Marliyati MS, mengatakan, selain mengedukasi dan melatih para IWAS, orang tua dan guru juga diberikan informasi penting untuk dapat membentuk perilaku konsumsi atau jajan anak dengan sehat.

“Penting bagi orang tua maupun sekolah untuk dapat menyediakan akses terhadap makanan atau minuman yang sehat pada anak, karena pada usia tersebut anak sudah mulai memilih-milih makanan, juga adanya pengaruh teman dan lingkungan sekitar, serta masih minimnya kantin sekolah,” katanya.

Selain itu, lanjut Dr Sri, fakta menunjukkan bahwa 40 persen anak masih belum membiasakan sarapan, semakin mendorong anak untuk jajan di sekolah. “Kondisi tersebut perlu diatasi melalui upaya dari seluruh masyarakat sekolah untuk memperbaiki pola makan termasuk jajan yang sehat, aman, dan bergizi,” jelasnya.

Program WAS telah berhasil menjangkau 232 guru, 350 IWAS, 27,861 siswa, dan 6,122 orang tua murid yang tersebar di 350 sekolah binaan. Pada tahun ini kepala sekolah dan instansi terkait juga turut terlibat dalam mencanangkan kebijakan sekolah sehat melalui lokakarya di Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Ambon yang diprakarsai oleh Sarihusada.

Sumber: BeritaSatu.com