Kunjungan Universitas Sahid Jakarta

Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB pada tanggal 01 Agustus 2017 menerima kedatangan dari Universitas Sahid, Jakarta. Rombongan disambut oleh Ketua Departemen Gizi Masyarakat (Dr. Rimbawan) dan Sekertaris Departemen Gizi Masyarakat (Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, M.Si). Kunjungan tersebut dimaksudkan sebagai pembelajaran dan berbagi informasi dan pengalaman pengelolaan manajemen. Studi banding berupa kunjungan ke Laboratorium yang ada di Departemen Gizi dan pemaparan Profil Departemen serta sharing informasi yang diperlukan sebagai dasar pembentukan Jurusan Gizi.

Kunjungan Studi Banding Universitas Kristen Satyawacana, Salatiga

Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB pada hari Selasa, 08 Agustus 2017 menerima kunjungan dari Universitas Kristen Satyawacana (UKSW), Salatiga. Rombongan disambut oleh Ketua Departemen Gizi Masyarakat (Dr. Rimbawan) dan Sekertaris Departemen Gizi Masyarakat (Dr. Sri Anna Marliyati). Kunjungan tersebut dimaksudkan sebagai pembelajaran, berbagi informasi dan pengalaman pengelolaan manajemen dan sebagai bekal mendirikan program studi Gizi pada universitas masing – masing. Studi banding berupa kunjungan ke Laboratorium yang ada didepartemen Gizi dan pemaparan Profil Departemen serta sharing informasi yang diperlukan sebagai dasar pembentukan Jurusan Gizi.

Pelatihan Pelayanan Gizi Komprehensif untuk Pemenuhan Kompetensi Registered Dietisien (RD) bagi Calon Pendidik Prodi Dietisien

Beberapa Dosen Departemen Gizi Masyarakat, FEMA, IPB mengikuti Pelatihan Pelayanan Gizi Komprehensif untuk Pemenuhan Kompetensi Registered Dietisien (RD) bagi Calon Pendidik Prodi Dietisien di Jakarta.

Guru Besar IPB Jawab Masalah Gizi Dengan Inovasi Murbei dan Lele

Kesehatan bukanlah sebuah kondisi yang statis pada diri manusia, tetapi sehat adalah proses yang dinamis, progresif, dan kontinu.
Hal tersebutlah yang menjadikan kegiatan sehari-hari manusia berpengaruh terhadap kondisi tubuhnya termasuk bagaimana pola makan dan kualitas asupan gizi yang diterima. Nampaknya Indonesia masih memiliki beragam masalah gizi yang mempengaruhi kondisi kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.
Beberapa masalah gizi yang ditemui di Indonesia ialah kurang energi protein, kurang vitamin A, anemia gizi besi, gizi lebih, dan kurang iodium. Masalah gizi yang terjadi pada masa pertumbuhan dapat berdampak pada kognitif, imunitas, produktivitas kerja, hingga memicu berbagai penyakit.
Masalah gizi tersebut merupakan dampak dari salahnya pola gizi yang dilatarbelakangi oleh lemahnya ekonomi maupun pengetahuan yang salah tentang gizi. Padahal Indonesia memiliki banyak bahan alam sekitar yang kaya gizi dan dapat dikelola dan murah.
Pernahkah anda menyangka pupa ulat sutera memiliki kandungan kaya gizi dan dapat dijadikan pangan? Guru Besar Gizi Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. drh. Clara Meliyanti Koesharto, MSc mengembangkan pangan yang mengeksplorasi alternatif pangan terbarukan berbasis sumber daya lokal sebagai usaha intervensi gizi.
Pupa yang dibuat menjadi tepung bahan pangan itu diberi label sebagai Pury dan telah mendapat paten. Usaha ini disambut baik oleh masyarakat Sulawesi Selatan sebagai salah satu produsen sutera terbesar di Indonesia. Selama ini pupa ulat sutera tidak dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah dalam industri kain sutera.
Langkah intervensi gizi yang dilakukan Prof. Clara tersebut bukanlah kegiatan baru, selain melirik sumber protein ia juga telah mengembangkan teh dari daun murbei, sari buah murbei, dan klorofil dari daun murbei.
Yang menjadi titik fokus dari riset ini adalah manfaat yang dapat diambil dari bahan-bahan lokal sekitar masyarakat sebagai sarana perbaikan kualitas gizi dan kualitas kesehatan masyarakat.
Masih banyak potensi yang dapat dieksplorasi dari kegiatan pengembangan ulat sutera ini, ujarnya.
Sumber pangan lain yang diangkat oleh Prof. Clara yaitu ikan lele. Ikan lele (Clarias gariepinus) pada ukuran tertentu tidak disukai untuk dikonsumsi sehingga tidak terjual, padahal nilai gizi ikan lele masih sama.
Melihat peluang tersebut, ia mengembangkan juga tepung lele untuk dijadikan biskuit lele padat gizi sebagai pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita.
Ternyata dari pengolahan biskuit lele yang dipasarkan dengan nama “Biskuit Clarias” tersebut didapatkan minyak ikan lele yang mengandung Omega 3 dan asam amino yang baik bagi kesehatan manusia.
Pengembangan minyak ikan ini diteruskan ke ranah bisnis dalam produksinya sebagai langkah strategis intervensi gizi masyarakat dan pengembangan pangan terbarukan.
“Saya berharap sumber daya alam lokal Indonesia dapat ditangkap sebagai potensi yang belum termanfaatkan dengan maksimal,” katanya.
Dalam menghadapi tantangan krisis pangan global dan penanganan masalah gizi nasional diperlukan integrasi, koordinasi, dan komunikasi dari berbagai pihak. Sehingga penanganan masalah gizi mulai dari janin dalam kandungan hingga usia lanjut dapat diatasi dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
sumber : antaranews.com

kegiatan SEA-PHN Conference 2017 di Kuala Lumpur

Innalillahi Wa inna ilaihi Rojiun, Turut Berduka Cita Almh. Leily Amalia Furqon, STP, M.Si

Telah Berpulang ke Rahmatullah, Almarhumah Ibu Leily Amalia, STP., MSi pada hari Senin, 17 April 2017

Semoga Almarhumah Khusnul Khotimah… Aamiin ya robbal alamin.

Kunjungan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, dan Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Nias Selatan

Kunjungan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, dan Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Nias Selatan ke Departemen GM FEMA IPB dalam rangka rencana kerjasama pemetaan kerentanan pangan pada tingkat  kecamatan dan desa di Kabupaten Nias Selatan.

Studi Banding ke Yogyakarta

 Dalam rangka pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, Departemen Gizi Masyarakat melaksanakan studi banding ke Yogyakarta tanggal 16-17 Desember 2016. Studi banding dilakukan secara berkelompok ke beberapa tempat terpisah. ..selanjutnya;

Kunjungan Divisi Kebijakan Pangan dan Gizi ke CHE UPLB

img-20161122-wa0001 img-20161122-wa0031 img-20161121-wa0019

Sebagai tindak lanjut MoU yang ditandatangi 11 November 2016 lalu antara FEMA IPB dan College of Human Ecology (CHE) UPLB, pada tanggal 21-23 November 2016, enam anggota Divisi Kebijakan Pangan dan Gizi Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB melakukan kunjungan ke CHE UPLB terkait penyelenggaraan Barangay Integrated Development Approach for Nutrition Improvement (BIDANI).

BIDANI merupakan strategi pembangunan dengan pendekatan partisipasi masyarakat yang suskses dilaksanakan oleh Institute of Human Nutrition and Food (IHNF) CHE UPLB sejak tahun 1978 guna meningkatkan ketahanan pangan dan gizi di perdesaan Filipina. Kunjungan diawali dengan  diskusi dengan staf akademik IHNF CHE UPLB. Untuk melihat implementasi program BIDANI dilakukan kunjungan ke Desa (Barangay) Prinza dan komunitas masyarakat perdesaan pemerhati gizi (Rural Improvement Community/RIC).