Seminar Hasil KKN-T Mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) 15 Agustus 2018

Seminar Hasil KKN-T Mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) 15 Agustus 2018 dilaksanakan di Ruang Diskusi Betakaroten, Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

 

Pengumuman Penting mengenai Ujian Kompetensi (Ukom) Nutritionist Nasional

Kepada seluruh Mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat, FEMA – IPB yang akan mengikuti Ujian Kompetensi (Ukom) Nutritonist nasional, mohon perhatikan tanggal-tanggal penting berikut ini:

 

15 Agutus 2018 (Rabu): Sharing informasi, penyegaran, tips & trik, dan teknis terkait Ukom Nasional

12 – 15 Agustus 2018 (Minggu – Rabu): Waktu pendaftaran Try out internal kedua Ukom Nutritionist Pendaftaran dilakukan melalui link berikut: http://bit.ly/2B6w15k

22 Agustus 2018 (Rabu): batas akhir pendaftaran Ukom Nasional

6 September 2018 (Kamis): Try out internal kedua Ukom Nutritionist (tidak dipungut biaya)

22 September 2018 (Sabtu): Ujian Kompetensi (Ukom) Nutritionis Nasional

 

Pertemuan penyegaran informasi Ukom, akan dilakukan hari rabu tanggal 15 Agustus 2018 (jam 08.00 – 10.00 WIB) di ruang Auditorium GMK dan bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa GM, FEMA – IPB yang akan mengikuti Ukom Nasional.

Mohon bantuannya untuk menyebarkan informasi ini pada teman-temannya yang lain. Terima kasih dan semoga semua lulus untuk Ukom nasional mendatang.

 

 

 

Training on Trainers (TOT) Pendidikan Gizi Guru Sekolah Dasar

Departemen Gizi Masyarakat bekerjasama dengan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia dan South East Asia Public Health Network (SEA-PHN) telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan materi pendidikan gizi bagi guru Sekolah Dasar (SD). Pelatihan yang telah diselenggarakan pada hari Rabu dan Kamis (1 – 2 Agustus 2018) ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat dosen Departemen Gizi Masyarakat, FEMA – IPB dan merupakan bagian dari kegiatan yang dilakukan secara serentak di beberapa Negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam). Sebagai tahap awal, peserta kegiatan ini adalah Kepala Sekolah dan guru kelas 4 SDN Gunung Batu 1 dan SDN Gunung Batu 2.

Secara garis besar, kegiatan TOT ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan Program Gizi Anak Sekolah untuk Mewujudkan Anak Sehat dan Aktif yang dalam skala ASEAN diberi nama “Good Nutrition, Key to Healthy Children (GNKHC)”. Materi pendidikan gizi yang disampaikan dalam TOT ini meliputi: Pola Makan Sehat, dari Tumpeng ke Piring; Hidup Aktif, Hidup Sehat; Serealia dan Umbi-Umbian untuk Badan Sehat dan Energik; Sayur dan Buah untuk Kesehatan; Protein membuatmu Tumbuh Lebih Tinggi; Batasi Gula, Garam dan Minyak agar Lebih Sehat; Pilih jajanan Aman dan Bergizi; Baca Label untuk Memilih Makanan Sehat; dan Review, Ringkasan Materi Gizi Anak Sekolah untuk Sehat dan Cerdas. Setelah TOT selesai dilaksanakan, maka tahap berikut nya adalah implementasi materi TOT oleh para guru SD kepada siswa didiknya sehingga tujuan besar program, yaitu mewujudkan anak yang sehat dan aktif akan dapat tercapai.

sumber : Muhammad Aries SP., M.Si

 

 

 

 

Summer Course : Introduction to Community Nutrition Programs in INDONESIA

Summer Course : Introduction to Community Nutrition Programs in INDONESIA

FOCUSING ON MATERNAL AND CHILD PROGRAMS

17 – 21 September 2018

 

Registration Link : http://bit.ly/SummerCourseGIZ

Seminar dan pelatihan instrumen pH meter dan timbangan analitis dari Ohaus

Pada Kamis, 12 April 2018, Departemen Gizi Masyarakat bekerjasama dengan PT Alfascale Indonesia sebagai agen tunggal merk Ohaus di Indonesia menyelenggarakan seminar dan pelatihan penggunaan instrument pH meter dan timbangan analitis. Sejumlah 30 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri atas mahasiswa sarjana, mahasiswa pascasarjana, pranata laboratorium, dan dosen. Seminar dimulai pukul 9 pagi dan diawali dengan seminar pengenalan teori dan prinsip kerja timbangan analitis dan pH meter. Pada sesi siang, kegiatan dilanjutkan dengan hands-on pelatihan penggunaan instrument. Peserta pelatihan tampak antusias dengan kegiatan ini dan mengajukan banyak pertanyaan kepada pelatih dari Ohaus, sambil mencoba mengoperasikan instrument secara langsung.

 

sumber : Zuraidah Nasution, STP., M.Sc

 

 

Peneliti IPB Kembangkan Produk Margarin Rendah Kalori

Rekomendasi gizi terkait konsumsi lemak telah banyak dilakukan, salah satunya adalah perlunya menurunkan konsumsi lemak trans dan lemak jenuh. Efek negatif dari lemaktrans dan lemak jenuh pada kesehatan kardiovaskular berkaitan dengan perannya dalam meningkatkan kolesterol jahat. Oleh sebab itu, salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mengganti lemak trans dan lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh.

Margarin merupakan salah satu pangan berlemak yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Margarin bisa dikonsumsi secara langsung sebagai olesan, atau sebagai campuran dalam proses memasak. Margarin berfungsi sebagai media penghantar panas. Penambahan lemak bertujuan untuk memperbaiki tekstur dan cita rasa bahan pangan.

Konsumsi margarin sebagai salah satu sumber lemak tidak dapat dihindarkan karena lemak bermanfaat untuk meningkatkan aroma dan kelezatan makanan. Kesadaran masyarakat untuk memilih makanan dengan nilai tambah gizi saat ini semakin meningkat, sehingga menjadi suatu peluang untuk mengembangkan produk margarin, terutama dalam hal penurunan nilai kalori dari margarin tersebut.

Hal inilah yang mendasari tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ahmad Sulaeman dan Reisi Nurdiani, SP. M.Si bersama mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB), Theresia Dwi Wahyuni melakukan sebuah penelitian tentang membuat margarin rendah kalori dengan penambahan lilin lebah serta berbahan dasar minyak kelapa sawit, minyak kelapa dan minyak kedelai.

Lilin lebah merupakan lemak hewani alami yang tidak dapat dicerna sistem pencernaan manusia, sehingga tidak memberikan kontribusi terhadap jumlah kalori yang diserap dalam sistem metabolisme tubuh. Apabila lilin lebah digunakan sebagai bahan dasar margarin, maka akan menghasilkan titik leleh yang tinggi, sehingga akan mempengaruhi teksturmargarin yang dihasilkan. Oleh sebab itu, harus dicampurkan dengan komponen lainnya agar dapat menurunkan titik lelehnya.

Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu persiapan lilin lebah, formulasi modifikasi margarin dari tiga jenis minyak nabati, uji organoleptik, analisis karakteristik fisik dan kimia serta analisis informasi nilai gizi untuk produk margarin terpilih. Terdapat dua formula yang diuji yang dibuat dengan tiga jenis bahan dasar minyak nabati seperti minyak kelapa sawit, minyak kelapa dan minyak kedelai serta masing-masing minyak nabati ditambah dengan lilin lebah sebanyak 25 persen dan 35 persen.

Hasil uji menunjukkan bahwa formula yang terpilih adalah margarin dengan minyak kedelai dan lilin lebah sebanyak 25 persen. Formula yang terpilih memiliki titik leleh sebesar 54,1 derajat Celsius dan stabilitas emulsi sebesar seratus persen. Margarin yang terpilih memiliki kandungan energi 35 persen, lemak total 33 persen, lemak tidak jenuh 73 persen dan natrium 24 persen yang mana lebih rendah dibanding margarin komersial. Margarin tersebut juga memenuhi syarat klaim reduced kalori dan fewer fat.

Sumber : ipb.ac.id

Ingin Jadi Konsultan Gizi Terbaik, Mahasiswa IPB Raih Juara di Ajang N2O 2018

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) Ni Ketut Susila Dharma Asih berhasil menyabet Juara 3 di Ajang National Nutrition Olympiad (N2O). Perlombaan ini merupakan rangkaian acara Sci-Fi Neutron 2018 dari Departemen Pendidikan Profesi Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia (ILMAGI). Ajang bergengsi ini diadakan pada tanggal 9-11 Maret 2018, dengan tahap seleksi dilakukan sejak bulan November 2017. Pada tahun ini yang menjadi tuan rumah adalah Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.

Sila berhasil melewati serangkaian proses seleksi dan keluar sebagai pemenang. “National Nutrition Olympiad merupakan kegiatan olimpiade dalam bidang gizi. Pada perlombaan ini peserta ditantanguntuk menjawab soal-soal di bidang gizi, debat jurnal gizi, menyusun Nutrition Care Process (NCP) berdasarkan suatu kasus, dan melakukan praktik konseling gizi,” ungkap Sila.

Pada seleksi penyusunan NCP, Sila diberikan suatu kasus tentang penyakit hipertensi dengan dislipidemia. Sila kemudian merancang asesmen gizi, diagnosis gizi, rencana diet untuk pasien yaitu menu makan, jumlah asupan energi atau zat gizi, dan rencana monitoring evaluasi serta konseling gizi.

“Saya sangat bersyukur dan senang atas hasil yang saya peroleh. Saya akan selalu belajar dan berkembang, agar bisa menjadi salah satu ahli dan konsultan gizi terbaik di Indonesia,” katanya. Sila berharap agar masyarakat Indonesia mulai memperhatikan aspek gizi dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga dapat terhindar dari berbagai macam gangguan kesehatan. (NIRS/ris)

sumber : ipb.ac.id

Try Out Nasional Ujian Kompetensi (UKOM) Sarjana Gizi

Try Out nasional Ujian Kompetensi (UKOM) Sarjana Gizi akan diselenggarakan pada tanggal 10 Maret 2018 dan diwajibkan untuk diikuti oleh mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat yang telah menyelesaikan ID atau telah menempuh 125 sks.

Rangkaian kegiatan try out nasional ini meliputi:

  1. Pendaftaran/registrasi (secara online) yang dibuka tanggal 2 – 6 Maret 2018. Calon peserta yang mendaftar lebih dari waktu yang telah ditetapkan tidak akan dilayani. Form pendaftaran secara online adalah sebagai berikut:

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSefXAsPQMMubgToNiQYcPbc6_VSfffCmzpqvVJZlsc8IQrvTA/viewform?usp=pp_url&entry.519465527&entry.1924776613&entry.51383995&entry.669423432&entry.1050496218&entry.451266616

  1. Registrasi ulang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2018. Pada saat registrasi ulang, peserta yang telah mendaftar secara online diajibkan membawa: 2 buah pas photo berwarna (ukuran 3 x 4), KTM, Fotokopi transkrip terakhir (dokumen yang menunjukkan bahwa ybs telah menempuh 125 sks). Lokasi daftar ulang dan ketentuan lainnya (jika ada) akan diinformasikan kemudian melalui akun Line resmi Departemen Gizi Masyarakat, FEMA – IPB
  2. Try out ukom nasional tanggal 10 Maret 2018, jam 08.00 – 11.00 di Gedung CCR, Kampus IPB Darmaga, IPB, Bogor, Jawa Barat.

Pencegahan gizi buruk harus dilakukan sejak dini, melalui ASI dan MPASI yang tepat untuk anak.

Prof. Dr. Dodik Briawan MCN, pengajar dan peneliti Departemen Gizi Masyarakat, FEMA IPB menyampaikan intervensi gizi perlu dilakukan dalam bentuk edukasi secara berkesinambungan kepada masyarakat, terutama orang tua.

“Orang tua harus paham betul kebutuhan nutrisi anak, makanan yang baik dan tidak baik, tidak terpengaruh gaya hidup yang serba instan serta iklan-iklan produk makanan anak yang kadang menjanjikan hal yang berlebihan,” kata Dodik Briawan.

Berdasarkan catatan Bappenas, permasalahan gizi buruk meyebar di seluruh wilayah dan lintas kelompok pendapatan. Artinya, permasalahan stunting dan gizi buruk tidak hanya dialami masyarakat ekonomi lemah, namun juga masyarakat menengah ke. atas.

Penyebabnya adalah pemahaman masyarakat yang salah terkait kebutuhan nutrisi anak.

“Seperti halnya dengan susu kental manis, di seluruh dunia juga ada. Hanya saja, di Indonesia yang bermasalah adalah konten dalam beriklan dan berpromosi. Memang pada iklan terdapat banyak makanan lainnya, namun tetap ada bagian yang membangun persepsi masyarakat bahwa produk ini adalah susu untuk diminum sehari-hari. Dan kita tahu, masyarakat Indonesia kecenderungannya lebih percaya kepada iklan. Jika tidak diluruskan, ada semacam pembohongan melalui iklan,” papar Siti Masrifah saat acara Peringatan Hari Gizi Nasional 2018 Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Anak Indonesia Zaman Now yang digelar PP Muslimat NU bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Diketahui, WHO menetapkan batas toleransi stunting (bertubuh pendek) maksimal 20% atau seperlima dari jumlah keseluruhan balita. Sementara, di Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6%. Sebanyak 18,5% kategori sangat pendek dan 17,1% kategori pendek.

Stunting tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah dengan jumlah mencapai 16,9% dan terendah ada di Sumatera Utara dengan 7,2 persen.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM