Sidkom S2 an. Naufal M. Nurdin

Hari/ Tanggal  : Kamis, 17 Juli 2014

Jam : 09.30 -10.30

Ruang : Ujian Lt. 3 Dept. GIZ

Wali Kota Bogor Bima Arya dan IPB Luncurkan Mobil Anti Galau

Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto membuat terobosan unik. Dia bekerja sama dengan IPB meluncurkan mobil curhat atau mobil anti galau. Diharapkan masalah kesehatan dan keluarga warga bisa teratasi.

“Dengan mobil ini, warga diharapkan bisa lebih terbuka dan mau menyampaikan keluhannya. Ada ahli di dalam mobil ini. Warga bisa mengikuti konseling secara gratis,” kata Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, usai peluncuran ‘Mobil Curhat’ Kota Bogor di Lapangan Sempur, Jalan Jalak Harupat, Kota Bogor, Minggu (6/7/2014).

Bima menjelaskan, mobil tersebut nantinya akan berkeliling ke seluruh pelosok Kota Bogor untuk menemui warga secara langsung.

“Mobil ini lengkap dengan ahlinya. Ada psikolognya juga,” sambung Bima.

Mobil anti galau ini merupakan hasil kerjasama Pemkot dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB. Kedua institusi ini bertujuan kualitas kehidupan dan kesehatan masyarakat Kota Bogor meningkat.

“Ini sebagai bentuk pengabdian kami terhadap masyarakat. Kami bersyukur bisa mewujudkannya. Petugas di dalam mobil bersedia tidak dibayar,” kata Wakil Dekan FEMA IPB, Prof Ir Ahmad Sulaeman.

Sumber berita: Detik.com

Rektor IPB Melepas Mahasiswa KKP IPB

Institut Pertanian Bogor (IPB) melekasanakan program Kuliah Kerja Profesi (KKP) sebagai implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Kegiatan KKP IPB mengusung tema “Pengintegrasian pendidiakan dan pengabdian kepada masyarakat dalam pengarusutamaan pertanian” dengan sub tema yang diambil “Optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian dan pekarangan untuk mendukung kemandirian pangan nasional”. Pelepasan mahassiwa KKP IPB ini diadakan pada hari Sabtu (28/6) di lapangan Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Dramaga Bogor.

Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto M.SC dalam sambutan dan pelepasan mahasiwa KKP mengatakan, “Harus dapat terintegrasi antara pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat dalam pengarusutamaan pertanian. Harapannya, mahasiswa KPP IPB dapat membrikan solusi atau pemecahan masalah yang ada ditengah-tengah masyarakat khususnya masalah produksi pertanian, tataniaga sarana, produksi pertanian, kesejahteraan masyarakat, dan penataan lingkungan. Selain itu, mahasiswa juga harus harus menjaga etika dan nama baik Almamater IPB di masyarakat.”

Sedangkan Wakil Lembaga Penelitian Pengabdian Bidang Masyarakat, Dr. Hartoyo, MS, menyampaikan, “ KKP IPB diharapkan dapat digunakan sebagai wahana pembelajaran dan pengembangan profesi mahasiswa, memberikan manfaat bagi masyarakat di lokasi KKP dan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah. Dan untuk alokasi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Propesi (KKP) IPB, jumlanya sebanyak 1452 mahasiswa, terdiri dari 4 fakultas yang terlibat diantaranya, Fakultas Pertanian, Faklutas Peternakan, Fakultas Ekonomi Manajemen, dan Fakultas Ekologi Manusia yang berangkat ke 18 lokasi yang ada di Indonesia (Bogor, Indramayu, Subang, Karawang, Bekasi, Tegal, Jombang, Cilacap, Natuna, Sumbawa Barat, Sukabumi, Garut, Bandung, Kuningan, Purwakarta, Muaraenim, Bojonegoro, dan Kediri),” paparnya.

Diharapkan dengan kegaitan KKP ini dapat mendewasakan cara berfikir, bersikap, dan bertindak serta meningkatkan daya penalaran mahsiswa IPB dalam melakukan pengkajian, perumusan, dan pemecahan masalah secara komprehensif. (wal)