Peneliti IPB Kembangkan Produk Margarin Rendah Kalori

Rekomendasi gizi terkait konsumsi lemak telah banyak dilakukan, salah satunya adalah perlunya menurunkan konsumsi lemak trans dan lemak jenuh. Efek negatif dari lemaktrans dan lemak jenuh pada kesehatan kardiovaskular berkaitan dengan perannya dalam meningkatkan kolesterol jahat. Oleh sebab itu, salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mengganti lemak trans dan lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh.

Margarin merupakan salah satu pangan berlemak yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Margarin bisa dikonsumsi secara langsung sebagai olesan, atau sebagai campuran dalam proses memasak. Margarin berfungsi sebagai media penghantar panas. Penambahan lemak bertujuan untuk memperbaiki tekstur dan cita rasa bahan pangan.

Konsumsi margarin sebagai salah satu sumber lemak tidak dapat dihindarkan karena lemak bermanfaat untuk meningkatkan aroma dan kelezatan makanan. Kesadaran masyarakat untuk memilih makanan dengan nilai tambah gizi saat ini semakin meningkat, sehingga menjadi suatu peluang untuk mengembangkan produk margarin, terutama dalam hal penurunan nilai kalori dari margarin tersebut.

Hal inilah yang mendasari tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ahmad Sulaeman dan Reisi Nurdiani, SP. M.Si bersama mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB), Theresia Dwi Wahyuni melakukan sebuah penelitian tentang membuat margarin rendah kalori dengan penambahan lilin lebah serta berbahan dasar minyak kelapa sawit, minyak kelapa dan minyak kedelai.

Lilin lebah merupakan lemak hewani alami yang tidak dapat dicerna sistem pencernaan manusia, sehingga tidak memberikan kontribusi terhadap jumlah kalori yang diserap dalam sistem metabolisme tubuh. Apabila lilin lebah digunakan sebagai bahan dasar margarin, maka akan menghasilkan titik leleh yang tinggi, sehingga akan mempengaruhi teksturmargarin yang dihasilkan. Oleh sebab itu, harus dicampurkan dengan komponen lainnya agar dapat menurunkan titik lelehnya.

Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu persiapan lilin lebah, formulasi modifikasi margarin dari tiga jenis minyak nabati, uji organoleptik, analisis karakteristik fisik dan kimia serta analisis informasi nilai gizi untuk produk margarin terpilih. Terdapat dua formula yang diuji yang dibuat dengan tiga jenis bahan dasar minyak nabati seperti minyak kelapa sawit, minyak kelapa dan minyak kedelai serta masing-masing minyak nabati ditambah dengan lilin lebah sebanyak 25 persen dan 35 persen.

Hasil uji menunjukkan bahwa formula yang terpilih adalah margarin dengan minyak kedelai dan lilin lebah sebanyak 25 persen. Formula yang terpilih memiliki titik leleh sebesar 54,1 derajat Celsius dan stabilitas emulsi sebesar seratus persen. Margarin yang terpilih memiliki kandungan energi 35 persen, lemak total 33 persen, lemak tidak jenuh 73 persen dan natrium 24 persen yang mana lebih rendah dibanding margarin komersial. Margarin tersebut juga memenuhi syarat klaim reduced kalori dan fewer fat.

Sumber : ipb.ac.id

Ingin Jadi Konsultan Gizi Terbaik, Mahasiswa IPB Raih Juara di Ajang N2O 2018

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) Ni Ketut Susila Dharma Asih berhasil menyabet Juara 3 di Ajang National Nutrition Olympiad (N2O). Perlombaan ini merupakan rangkaian acara Sci-Fi Neutron 2018 dari Departemen Pendidikan Profesi Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia (ILMAGI). Ajang bergengsi ini diadakan pada tanggal 9-11 Maret 2018, dengan tahap seleksi dilakukan sejak bulan November 2017. Pada tahun ini yang menjadi tuan rumah adalah Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.

Sila berhasil melewati serangkaian proses seleksi dan keluar sebagai pemenang. “National Nutrition Olympiad merupakan kegiatan olimpiade dalam bidang gizi. Pada perlombaan ini peserta ditantanguntuk menjawab soal-soal di bidang gizi, debat jurnal gizi, menyusun Nutrition Care Process (NCP) berdasarkan suatu kasus, dan melakukan praktik konseling gizi,” ungkap Sila.

Pada seleksi penyusunan NCP, Sila diberikan suatu kasus tentang penyakit hipertensi dengan dislipidemia. Sila kemudian merancang asesmen gizi, diagnosis gizi, rencana diet untuk pasien yaitu menu makan, jumlah asupan energi atau zat gizi, dan rencana monitoring evaluasi serta konseling gizi.

“Saya sangat bersyukur dan senang atas hasil yang saya peroleh. Saya akan selalu belajar dan berkembang, agar bisa menjadi salah satu ahli dan konsultan gizi terbaik di Indonesia,” katanya. Sila berharap agar masyarakat Indonesia mulai memperhatikan aspek gizi dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga dapat terhindar dari berbagai macam gangguan kesehatan. (NIRS/ris)

sumber : ipb.ac.id

Try Out Nasional Ujian Kompetensi (UKOM) Sarjana Gizi

Try Out nasional Ujian Kompetensi (UKOM) Sarjana Gizi akan diselenggarakan pada tanggal 10 Maret 2018 dan diwajibkan untuk diikuti oleh mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat yang telah menyelesaikan ID atau telah menempuh 125 sks.

Rangkaian kegiatan try out nasional ini meliputi:

  1. Pendaftaran/registrasi (secara online) yang dibuka tanggal 2 – 6 Maret 2018. Calon peserta yang mendaftar lebih dari waktu yang telah ditetapkan tidak akan dilayani. Form pendaftaran secara online adalah sebagai berikut:

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSefXAsPQMMubgToNiQYcPbc6_VSfffCmzpqvVJZlsc8IQrvTA/viewform?usp=pp_url&entry.519465527&entry.1924776613&entry.51383995&entry.669423432&entry.1050496218&entry.451266616

  1. Registrasi ulang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2018. Pada saat registrasi ulang, peserta yang telah mendaftar secara online diajibkan membawa: 2 buah pas photo berwarna (ukuran 3 x 4), KTM, Fotokopi transkrip terakhir (dokumen yang menunjukkan bahwa ybs telah menempuh 125 sks). Lokasi daftar ulang dan ketentuan lainnya (jika ada) akan diinformasikan kemudian melalui akun Line resmi Departemen Gizi Masyarakat, FEMA – IPB
  2. Try out ukom nasional tanggal 10 Maret 2018, jam 08.00 – 11.00 di Gedung CCR, Kampus IPB Darmaga, IPB, Bogor, Jawa Barat.

Pencegahan gizi buruk harus dilakukan sejak dini, melalui ASI dan MPASI yang tepat untuk anak.

Prof. Dr. Dodik Briawan MCN, pengajar dan peneliti Departemen Gizi Masyarakat, FEMA IPB menyampaikan intervensi gizi perlu dilakukan dalam bentuk edukasi secara berkesinambungan kepada masyarakat, terutama orang tua.

“Orang tua harus paham betul kebutuhan nutrisi anak, makanan yang baik dan tidak baik, tidak terpengaruh gaya hidup yang serba instan serta iklan-iklan produk makanan anak yang kadang menjanjikan hal yang berlebihan,” kata Dodik Briawan.

Berdasarkan catatan Bappenas, permasalahan gizi buruk meyebar di seluruh wilayah dan lintas kelompok pendapatan. Artinya, permasalahan stunting dan gizi buruk tidak hanya dialami masyarakat ekonomi lemah, namun juga masyarakat menengah ke. atas.

Penyebabnya adalah pemahaman masyarakat yang salah terkait kebutuhan nutrisi anak.

“Seperti halnya dengan susu kental manis, di seluruh dunia juga ada. Hanya saja, di Indonesia yang bermasalah adalah konten dalam beriklan dan berpromosi. Memang pada iklan terdapat banyak makanan lainnya, namun tetap ada bagian yang membangun persepsi masyarakat bahwa produk ini adalah susu untuk diminum sehari-hari. Dan kita tahu, masyarakat Indonesia kecenderungannya lebih percaya kepada iklan. Jika tidak diluruskan, ada semacam pembohongan melalui iklan,” papar Siti Masrifah saat acara Peringatan Hari Gizi Nasional 2018 Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Anak Indonesia Zaman Now yang digelar PP Muslimat NU bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Diketahui, WHO menetapkan batas toleransi stunting (bertubuh pendek) maksimal 20% atau seperlima dari jumlah keseluruhan balita. Sementara, di Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6%. Sebanyak 18,5% kategori sangat pendek dan 17,1% kategori pendek.

Stunting tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah dengan jumlah mencapai 16,9% dan terendah ada di Sumatera Utara dengan 7,2 persen.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

Ketua Departemen Gizi Periode 2018 – 2023

Ketua Departemen Gizi Periode 2018 – 2023 terpilih adalah Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, M.Si

International Workshop on Nutrigenetics 2017

Departemen Gizi Masyarakat kedatangan tamu dari University of Reading, Dr Vimal Karani yang merupakan dosen dalam bidang Nutrigenetik yang saat ini sebagai assisten profesor pada Food and Nutrition Sciences University of Reading. Acara dalam bentuk International Workshop on Nutrigenetics 2017 Bertempat di Auditorium GMSK dihadiri oleh dosen dari Departemen Gizi dan Mahasiswa multistrata baik S1, S2 maupun S3.

Dr Vimal memaparkan pengenalan tentang struktur gen, perbedaan nutrigenomik dan nutrigenetik, bagaimana aktivitas fisik, gen dan zat gizi atau sebaliknya dapat mempengaruhi ekspresi gen dan terakhir ditutup dengan pemaparan tentang Personalized Nutrition. Workshp ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat memahami kompleks dasar antara genetik dan penyakit terutama penyakit metabolik (obesitas dan diabetes) dan juga penyakit kardiovaskular. Workshop dimulai pukul 09.30 dan selesai pukul 12.00 WIB dan berjalan dengan lancar.

Kunjungan Universitas Alma Ata Yogyakarta

Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB pada tanggal 28 November 2017 kedatangan tamu dari Universitas Alma Ata Yogyakarta. Kunjungan ini bermaksud untuk mengenal bagaimana program Studi Gizi Masyarakat dan juga sharing tentang pengalaman organisasi mahasiswa yang ada di Departemen Gizi Masyarakat. Dalam rombongan yang terdiri dari 100 lebih mahasiswa dari universitas Alma Ata ikut serta 3 orang dosen dan disambut oleh Ketua Departemen Masyarakat Dr. Rimbawan dan Sekretaris Departemen Dr. Sri Anna Marliyati. Pada kesempatan ini pula hadir perwakilan mahasiswa IPB yakni ketua HIMAGIZI yang mempresentasikan perihal organisasi mahasiswa dan aktivitas kegiatan mahasiswa.

Program Warung Anak Sehat Dorong Peningkatan Gizi Anak

Sekretaris Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB Dr Ir Sri Anna Marliyati MS, bersama WAS Project Manager Sarihusada Talitha Andini Prameswari, penjual kantin di SDN Nogopuro Sleman, Nurianti Rahayu, dan Warung Anak Sehat Project Manager dari CARE Internasional Indonesia Handayani Sagala.

Anak di usia sekolah memiliki banyak aktivitas di luar rumah sehingga mendorong perilaku membeli makanan atau jajanan baik di dalam maupun sekitar sekolah. Namun, kebutuhan membeli makanan atau jajanan ini tidak selalu dibarengi dengan ketersediaan makanan atau jajanan yang bersih dan sehat. Hal ini, menjadi salah satu pemicu anak mengalami permasalahan gizi yang serius.

Project Manager Warung Anak Sehat (WAS) Sarihusada, Talitha Andini Prameswari, mengatakan, Program Warung Anak Sehat (WAS) yang telah berjalan di tahun kedua, bertujuan untuk mewujudkan sekolah dengan kantin sehat melalui pendampingan dan penyediaan material edukasi.

“Program WAS memiliki target untuk memperbaiki kebiasaan anak sekolah dalam mengonsumsi jajanan bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Kami melihat bila anak memiliki status gizi yang baik, maka anak dapat mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, dan sosial-emosional, secara optimal,” kata Talitha, dalam siaran persnya, Senin (30/10).

Program WAS, lanjut dia, telah menjangkau 350 Sekolah Dasar (SD) di empat kota di Indonesia yaitu Bogor, Bandung, Yogyakarta dan Ambon. “Dalam menjangkau sekolah-sekolah tersebut, WAS mendapatkan rekomendasi dari pemerintah, sehingga program ini dapat bersinergi dengan program pemerintah dan berjalan tepat sasaran,” tambah Talitha.

Sementara itu, Sekretaris Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB), Dr Ir Sri Anna Marliyati MS, mengatakan, selain mengedukasi dan melatih para IWAS, orang tua dan guru juga diberikan informasi penting untuk dapat membentuk perilaku konsumsi atau jajan anak dengan sehat.

“Penting bagi orang tua maupun sekolah untuk dapat menyediakan akses terhadap makanan atau minuman yang sehat pada anak, karena pada usia tersebut anak sudah mulai memilih-milih makanan, juga adanya pengaruh teman dan lingkungan sekitar, serta masih minimnya kantin sekolah,” katanya.

Selain itu, lanjut Dr Sri, fakta menunjukkan bahwa 40 persen anak masih belum membiasakan sarapan, semakin mendorong anak untuk jajan di sekolah. “Kondisi tersebut perlu diatasi melalui upaya dari seluruh masyarakat sekolah untuk memperbaiki pola makan termasuk jajan yang sehat, aman, dan bergizi,” jelasnya.

Program WAS telah berhasil menjangkau 232 guru, 350 IWAS, 27,861 siswa, dan 6,122 orang tua murid yang tersebar di 350 sekolah binaan. Pada tahun ini kepala sekolah dan instansi terkait juga turut terlibat dalam mencanangkan kebijakan sekolah sehat melalui lokakarya di Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Ambon yang diprakarsai oleh Sarihusada.

Sumber: BeritaSatu.com

Economic Challenges Metro TV

Dosen Dep GM FEMA IPB yang juga Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia menjadi nara sumber pada acara Economic Challenges Metro TV selasa malam 7 Nov 2017 membahas “Cegah stunting untuk generasi penerus negeri”.