Pendaftaran UTS Susulan Semester Ganjil 2021/2022 Program Sarjana Ilmu Gizi

Pendaftaran UTS Susulan Semester Ganjil 2021/2022 Program Sarjana Ilmu Giz

DAFTAR

Kolokium Mia Mustika Hutria Utami I1501201010

Judul                  : “RISK FACTORS OF STUNTING AND ANEMIA AMONG SCHOOL-AGED CHILDREN IN RURAL AND URBAN INDONESIA ”

Hari / Tanggal :  Jum’at, 15 Oktober 2021

Waktu               :  10.00 – 11.00 WIB

Tempat             :  Zoom Cloud Meeting

Komisi Pembimbing  :

  1. Dr. Ir. Lilik Kustiyah, MSi
  2. Dr. Ir. Cesilia Meti Dwiriani, MSc
Pembahas :
  • Dr. Ir. Hadi Riyadi, MS
Moderator :
  • Dr. dr. Mira Dewi, MSi

Kolokium M Guntur Sunarjono Putra II1501201001

Judul                  : “FACTORS INFLUENCING THE FEEDING PRACTICES OF CHILDREN AGED 6 – 23 MONTHS IN RURAL AND URBAN INDONESIA ”

Hari / Tanggal :  Jum’at, 15 Oktober 2021

Waktu               :  09.00 – 10.00 WIB

Tempat             :  Zoom Cloud Meeting

Komisi Pembimbing  :

  1. Dr. dr. Mira Dewi, M.Si
  2. Dr. Ir. Lilik Kustiyah, MSi
Pembahas :
  • Dr. Ir. Ikeu Ekayanti, M.Kes
Moderator :
  • Dr. Rimbawan

Departemen Gizi Masyarakat, FEMA, IPB University gelar Yudisium sekaligus pengambilan Sumpah Nutrisionis dan Dietisien Angkatan Pertama

Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB University bekerjasama dengan DPP PERSAGI telah melakukan kegiatan yudisium sekaligus pengambilan sumpah nutrisionis dan dietisien angkatan pertama pada hari Sabtu, 28 Agustus 2021 lalu. Kegiatan ini diikuti oleh 13 orang lulusan pertama Program Pendidikan Profesi Dietisien, 15 orang Dietiesen, dan 86 orang nutrisionis. Meskipun penyelenggaraan dilakukan secara blended (luring dan daring) namun seluruh peserta dapat mengikutinya secara khidmat.

Prosesi dibuka oleh Wakil Depan bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEMA, Dr. Ir. Siti Amanah, MSc dan kegiatan yudisium selanjutnya dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MSi selaku Ketua Departemen Gizi Masyarakat, FEMA, IPB University. Pudjo Hartono, MPS selaku Wakil Ketua Umum DPP PERSAGI selanjutnya memimpin pengambilan sumpah Nutrisionis dan Dietisien ini.

Pada kesempatan ini, Pudjo Hartono menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta kegiatan. Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa tahap ini merupakan tahap awal untuk mulai memasuki dunia professional yang sesungguhnya.

“Keberadaan para Nutrisionis, terlebih para Dietisien, merupakan hal yang mutlak dilakukan dalam rangka menjawab kebutuhan mayarakat, selain itu juga merupakan bentuk persiapan untuk bersaing dengan tenaga kesehatan lainnya, termasuk para tenaga kesehatan dari luar. Hal ini tentu hanya bisa dicapai jika proses pendidikan bagi para nutrisionis dan dietisien ini dilakukan oleh institusi pendidikan yang berkualitas seperti di Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB University.

Di akhir pidatonya, Pudjo Hartono juga menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa jangan sampai ada rasa penyesalan berprofesi di bidang gizi. Para professional bidang gizi harus senantiasa meningkatkan kulitas diri karean cakupan ilmu gizi ini yang sangat luas serta memberikan pelayanan kepada seluruh kelompok masyarakat, mulai dari bayi yang masih dalam kandungan sampai dengan kelompok lansia.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh perwakilan DPP PERSAGI, Prof. Sri Anna Marliyati juga turut memberikan penguatan bagi para seluruh peserta agar selalu bersemangat tinggi serta menjalankan tugas sesuai etika profesi saat bekerja nanti.

Rusda kuddah, SGz, Dietisien, selaku perwakilan peserta yudisium menyampaikan berbagai suka duka serta perjuangan selama menempuh pendidikan profesi dietisien ini yang meskipun memang dirasa berat, namun tetap bisa dilalui dengan baik karena adanya berbagi dukungan baik dari pihak keluarga maupun dari prodi dietisien IPB sendiri. Lebih lanjut, Rusda menyatakan bahwa dukungan tersebut merupakan suatu bentuk system yang sangat baik. Selain itu, Rusda, mewakili rekan-rekannya sangat berharap agar Prodi Dietisien IPB University ini bisa menjadi semakin baik di yang masa datang.

Kontributor: M. Aries, MSi (Dept GM, FEMA, IPB University)

IPB Susun Buku Panduan Gizi untuk Tekan Kasus Anemia Anak-Anak Pesantren

Liputan6.com, Jakarta – Kasus anemia di kalangan anak pesantren masih jadi momok, terutama dialami santriwati. Banyak hal yang melatarbelakangi, salah satunya rendahnya pengetahuan soal gizi seimbang dan cara memenuhinya.

Diawali pilot project di dua pesantren pada 2018, School Lunch Program (SLP) kembali digelar pada tahun ini dengan menghadirkan modul berisi panduan edukasi gizi yang mudah diaplikasikan oleh pesantren, termasuk sekolah umum yang menyediakan menu makan siang bagi para siswa/siswinya. Program tersebut diinisiasi Departemen Gizi Masyarakat IPB dan Kementerian Agama, serta PT Ajinomoto Indonesia.

“Melalui Buku Panduan SLP ini, Ajinomoto ingin mengimplementasikan program ke lebih banyak pesantren dan sekolah umum dalam rangka meningkatkan status gizi anak-anak remaja di Indonesia, terutama di masa pandemi,” kata Katarina Larasati, Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia, dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Rabu (18/8/2021).

Menurut dia, pilot project yang dilakukan berhasil menurunkan prevalensi status anemia santri di pondok pesantren. Dalam program itu, mereka menyediakan menu tinggi kandungan zat besi, seperti rendang hati ayam, dan menu sayur yang mudah dimasak.

“Santri mulai makan lebih banyak. Hasilnya, kami mampu mengurangi 8 persen kejadian anemia di kalangan santri Pondok Pesantren Pertanian Darul Falah Bogor, dan 20,9 persen di Pondok Pesantren Darussalam Bogor,” ia menambahkan.

Ia menilai School Lunch Program efektif sehingga ingin lebih banyak lagi pesantren yang mengadopsi program serupa. “Program ini menurut kami sangat penting, karena semua anak di Indonesia berhak mendapatkan metode pembelajaran yang efektif tanpa takut akan ancaman kesehatan di sekitarnya, apalagi di saat situasi pandemi seperti ini,” kata Katarina.

Sementara, Dr. Rimbawan, dosen di Departemen Gizi Masyarakat IPB sekaligus Ketua Project SLP menyebut buku panduan itu tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga tenaga pengajar di institusi pendidikan. Pihaknya membagi menjadi tiga modul.

Isi Buku

Rimbawan menerangkan buku pertama berisi modul edukasi gizi di pesantren untuk membekali tenaga pengajar pengetahuan dasar tentang gizi dan kesehatan untuk anak dan remaja. Buku kedua merupakan modul penyediaan makan bergizi seimbang di pesantren.

“Buku kedua ini bermanfaat bagi pengelola dan tim penyedia makan pesantren,” ujarnya saat menyosialisasikan modul dalam Webinar School Lunch Program, pada 31 Juli–1 Agustus 2021, dan dihadiri peserta dari pesantren di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Sementara, buku ketiga berisi kumpulan resep dan pilihan aplikasi menu lezat bergizi seimbang. Buku panduan itu berwujud buku elektronik yang bisa diunduh secara gratis, tapi terbatas. Panitia menyediakan 100 kuota unduhan.

“Pengamatan kami menunjukkan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengalami banyak kemajuan, namun dalam hal pangan, gizi, dan kesehatan, masih belum mendapatkan perhatian yang proporsional. Pada umumnya siswa/i mondok di pesantren.Oleh karena itu, kami menilai jika kondisi pangan, gizi dan kesehatannya baik, akan sangat berdampak pada peningkatan capaian pembelajarannya,” ia menjelaskan.

Investasi Masa Depan

Anemia merupakan kondisi tubuh kekurangan zat besi. Banyak remaja putri di pesantren mengalami anemia tingkat ringan hingga sedang. Mereka rawan terkena anemia karena setiap bulan mengalami menstruasi.

WHO menyatakan defisiensi zat besi pada remaja putri akan berdampak pada kondisi kesehatan saat ini dan masa depan. Di periode saat ini, anemia bisa menyebabkan gangguan perkembangan fisik, menurunnya konsentrasi belajar yang mengakibatkan prestasi belajar menurun, dan daya tahan tubuh lebih lemah hingga mudah terinfeksi.

Kondisi ini jika dibiarkan akan berdampak buruk dan lebih serius, memperbesar risiko kematian ibu melahirkan, bayi prematur, dan berat bayi lahir rendah. Anemia dapat dihindari dengan mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin C dan zinc serta pemberian tablet tambah darah (TTD).

sumber : liputan6.com

 

Solusi Makanan Bergizi Seimbang untuk Pesantren di Masa Pandemi Dengan Buku Panduan SLP

PT Ajinomoto Indonesia bekerjasama dengan Dept Gizi Masyarakat IPB & Kementerian Agama RI menghadirkan buku panduan School Lunch Program (SLP). Program SLP telah sukses di dua pesantren yang menjadi pilot project mulai tahun 2018.

Buku panduan SLP ini berisikan edukasi gizi, tips pelaksanaan program, dan berbagai aplikasi menu lezat bergizi seimbang, yang mudah diaplikasikan oleh pesantren, ataupun sekolah umum yang menyediakan menu makan siang bagi santri dan atau siswa/i-nya.

“Melalui Buku Panduan SLP ini, kami bertujuan untuk mengimplementasikan program ke lebih banyak pesantren dan sekolah umum, dalam rangka meningkatkan status gizi anak-anak remaja di Indonesia, terutama di masa pandemi,” kata Katarina Larasati, Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia, Rabu (18/8/2021).

Dalam pilot project tersebut, mereka menetapkan target untuk menurunkan prevalensi status anemia santri di pondok pesantren melalui pemberian makanan bergizi seimbang dan pendidikan gizi.

Setelah menyediakan menu yang tinggi kandungan zat besi (seperti Rendang Hati Ayam,) dan menu sayur yang dimasak dengan mudah dan nikmat menggunakan produk Ajinomoto, santri mulai makan lebih banyak.

“Hasilnya, kami mampu mengurangi 8 persen kejadian anemia di kalangan santri Pondok Pesantren Pertanian Darul Falah Bogor, dan 20,9 persen di Pondok Pesantren Darussalam Bogor,” jelas Katarina.

Karena sukses itu, Ajinomoto ingin melanjutkan kontribusi untuk mengatasi masalah gizi anak di Indonesia. Melalui sosialisasi SLP ini, mereka ingin lebih banyak lagi pesantren yang melaksanakan program ini.

“Program ini menurut kami sangat penting, karena semua anak di Indonesia berhak mendapatkan metode pembelajaran yang efektif tanpa takut akan ancaman kesehatan di sekitarnya, apalagi di saat situasi pandemi seperti ini,” ungkap Katarina.

Menurut Dr Rimbawan, Dosen di Departemen Gizi Masyarakat IPB sekaligus ketua project SLP, buku panduan ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa/i di pesantren maupun sekolah-sekolah umum, namun bermanfaat juga bagi tenaga pengajar di institusi pendidikan yang menerapkan.

Sumber : tribunnews.com

Sumpah Profesi Nutrisionis dan Dietesien

Terkait dengan rencana kegiatan sumpah nutrsionis dan dietesien yang akan diselenggarakan pada minggu pertama Agustus 2021 oleh Dept GM, FEMA, IPB University, maka bagi yg berminat untuk mengikuti kegiatan tersebut bisa mendaftar terlebih dahulu dengan mengisi form berikut:

ipb.link/sumpah-nutrisionis-dietesien

Untuk tanggal pelaksanaan serta besaran biaya masih menunggu informasi dari PERSAGI. Segera kami update jika sudah ada informasi mengenai kedua hal tersebut.

Ajakan dari Mahasiswa IPB University untuk menangani perubahan iklim melalui pengaturan pola makan

#IPBSDGS4 #IPBSDGS12 #IPBSDGS13

#QualityEducation #ResponsibleConsumptionandProduction #ClimateAction

 

Selama 2 hari, sekelompok mahasiswa IPB University yang tergabung dalam tim Low Carbon Diet (LCD) RSH-IPB menggelar webinar series mengenai “Potensi Low Carbon Diet dalam Menangani Perubahan Iklim melalui Pengaturan Pola Makan”. Webinar series ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, 10-11 Juli 2021 melalui zoom cloud meetings. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penelitian tim LCD RSH-IPB, yang merupakan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora dengan pendanaan dari Dirjen Belmawa, Kemdikbudristek RI. Lebih lanjut, tim LCD ini beranggotakan Nia Imaniar, Anny Nila Syauqiyyah, Muhammad Zaidan Ahsan yang merupakan mahasiswa S1 Ilmi Gizi, FEMA, IPB University dan Muhammad Sabilal Muhajiirin yang merupakan mahasiswa Manajemen Hutan, FAHUTAN, IPB University.

 

Low Carbon Diet (LCD) merupakan suatu inovasi sederhana untuk membantu menangani perubahan iklim Indonesia melalui pengaturan pola makan masyarakat. Berbeda dengan diet pada umumnya, LCD membawa misi besar yaitu menangani perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca yang berasal dari aktivitas konsumsi manusia. Menurut Muhammad Aries, S.P., M.Si., dalam bahasa yang lebih populer, LCD dapat menghasilkan butterfly effect karena bukan hanya memiliki tujuan kesehatan, melainkan juga tujuan yang lebih besar yang terkait dengan perbaikan iklim. “Bagaimana kemudian hal sederhana yang biasa kita lakukan sehari-hari, yaitu mengatur pola makan dan memilih makanan, bisa memberikan efek perbaikan iklim”, tutur Muhammad Aries, selaku Dosen Pendamping Tim LCD RSH-IPB ini. “Ternyata pemilihan makanan yang kita lakukan meskipun sederhana ternyata dapat berefek sangat jauh bagi seluruh dunia” lanjutnya pada acara webinar series low carbon diet Sabtu (10/07/2021) lalu. Harapannya, low carbon diet dapat menjadi saran sederhana yang dapat diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

Webinar series low carbon diet diselenggarakan sebanyak 2 kali dengan pembicara dari Komunitas Climate Reality Project, yaitu Rosyid Amrulloh dan Atika Rahma. Webinar pertama difokuskan pada bahasan terkait urgensi penanganan perubahan iklim melalui pengaturan pola makan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya pengaturan pola makan masyarakat dalam mendukung penanganan perubahan iklim Indonesia. Sementara webinar kedua difokuskan pada bahasan terkait low carbon diet untuk mendukung penanganan perubahan iklim Indonesia dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan peserta webinar terkait pola makan rendah karbon. Kegiatan ini diikuti secara aktif oleh 55 orang peserta, yang 29 di antaranya merupakan responden pada penelitian Riset Sosial Humaniora tim LCD IPB. Peserta merupakan mahasiswa umum dari seluruh wilayah di Indonesia. Dengan tingginya antusiasme peserta webinar, Tim LCD RSH IPB berharap penerapan low carbon diet dapat dilakukan secara masif di seluruh wilayah Indonesia sebagai bentuk kontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca di dunia.

pengajuan e-STR secara online

Penerbitan STR secara elektronik mulai diberlakukan efektif untuk pengajuan mulai tanggal 1 Juni 2021 (Surat Edaran terlampir). Laman aplikasi STR online: https://ktki.kemkes.go.id/registrasi

Selain mengikuti tutorial pada video di atas, khusus bagi para alumni Prodi S1 Ilmu Gizi, Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB University, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengisi form online pengajuan STR sebagai berikut:

  1. Untuk pendaftaran melalui Provinsi, silahkan bisa memilih Provinsi sesuai tempat tinggal atau Provinsi lokasi Kampus IPB University (Jawa Barat).
  2. Kode yang diisikan untuk Program Studi S1 Ilmu Gizi, Departemen Gizi Masyarakat, FEMA, IPB University adalah 13211
  3. Siapkan seluruh file yang diperlukan untuk nanti diupload dalam form online. Ikuti juga ketetapan/ketentuan mengenai jenis/type file yang akan diupload. Harus sesuai dengan ketentuan.

Nomor sertifikat yang diisikan dalam form online adalah Nomor ketiga yang tercantum dalam serkom. Silahkan lihat ilustrasi berikut untuk lebih jelas, Nomor yg dientri adalah nomor yg ada dalam kotak merah.