Pelatihan HAZARD ANALYSIS & CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) 2018

Divisi Keprofesian HIMAGIZI telah melaksanakan program kerja yang ketiga yaitu, pelatihan Hazard Analysis & Critical Control Point (HACCP) 2018. Kegiatan tersebut berlangsung dalam tiga hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 28,29, dan 30 Agustus 2018. Kegiatan tersebut dilaksanakan di RK. IKK 1.1, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor dengan jumlah peserta yang hadir secara keseluruhan sejumlah 51 orang. Peserta yang hadir berasal dari berbagai instansi seperti institusi kesehatan (RS Haji Jakarta, RS Vania Bogor, RS Siloam, RS Santo Borromeus Bandung, Puskesmas Kotabumi, RS Kanker Dharmais, dan Puskemas Sungai Bahari), industri makanan (PT. Aerofood CS, PT. Briscor Horizon, dan PT. Golden Kreasi Inova), serta institusi pedidikan (IPB, UHAMKA, UNDIP, UPNVJ, STIKES Mitra Keluarga, UMS, dan Universitas Esa Unggul). Pemateri tunggal pada kegiatan HACCP ini adalah salah satu guru besar Departemen Gizi Masyarakat yaitu Prof. Dr . Ahmad Sulaeman, S.TP, M.Si. Selama tiga hari bertutur-turut, pemateri menyampaikan sebanyak 10 materi dengan diakhiri dengan sesi tanya jawab pada setiap materi.

Kegiatan pada hari pertama dimulai pada pukul 11.00 WIB yang diawali dengan pemberian handout pada peserta. Terdapat 3 materi yang disampaikan pada hari pertama yaitu Pengantar Sistem Manajemen Keamanan Pangan (ISO 22000:2005), Pengenalan Dasar HACCP, dan Program Prasyarat HACCP. Pada hari kedua, kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB untuk melanjutkan materi yang selanjutnya. Materi yang disampaikan kepada peserta pada hari kedua yaitu Pengenalan Bahaya Keamanan Pangan, Persiapan Penyusunan HACCP Plan, Penyusunan HACCP Plan Langkah 2-5, Penyusunan HACCP Plan Langkah 6: Melakukan Analisis Bahaya, dan Penyusunan HACCP Plan Langkah 7-8. Selanjutnya peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk kegiatan pembuatan HACCP Plan sesuai dengan langkah-langkah yang telah disampaikan pemateri. Peserta berdiskusi untuk memilih suatu produk dan menetapkan HACCP Plan yang semestinya.

Pada hari ketiga, peserta mendapatkan materi Penyusunan HACCP Plan Langkah 9-12 dan Pendekatan Proses dalam Penerapan HACCP pada Industri Horeca. Kegiatan tersebut dipantau secara langsung oleh pemateri sehingga peserta dapat lebih memahami praktik penyusunan HACCP bagi suatu produk. Hasil diskusi HACCP Plan tersebut kemudian dipresentasikan oleh perwakilan kelompok di depan seluruh peserta. Setelah sesi presentasi selesai, peserta diberikan ujian HACCP untuk mengetahui parameter keberhasilan pelatihan terhadap pengetahuan peserta. Peserta yang menghadiri seluruh rangkaian acara pelatihan dan memenuhi syarat lulus ujian HACCP akan mendapatkan sertifikat kelulusan HACCP yang berlaku selama seumur hidup. Kegiatan pelatihan HACCP di hari terakhir dikhiri dengan foto bersama.

Seminar Jamil Anshory I151160031 dan M Nuzul Azhim Ash Shiddiq I151160331

Sesi 1 (Kelompok Ilmu Sosial Humaniora)

Nama : Jamil Anshory I151160031
Hari : Kamis, 30 Agustus 2018
Waktu : 08.30 – 09.30 WIB
Tempat : Ruang SPs 305 Lantai 3, Gedung Pascasarjana IPB Dramaga

Judul : “Pengaruh Aktifitas Fisik dan Manajemen Tidur terhadap IMT dan Lemak Tubuh Anak Overweight di Kota Makassar”.

Komisi Pembimbing :
1. Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS
2. Prof. Dr. Ir. Ikeu Tanziha, MS

 

Sesi 2 (Kelompok Ilmu Hewan dan Kesehatan)

Nama : M Nuzul Azhim Ash Shiddiq I151160331
Hari : Kamis, 30 Agustus 2018
Waktu : 98.30 – 10.30 WIB
Tempat : Ruang SPs 306 Lantai 3, Gedung Pascasarjana IPB Dramaga

Judul : “Efek Ekstrak Daun Kersen (Muntinga calabura L.) terhadap Kadar SGOT dan SGPT Mencit yang Diinduksi Minuman Bersoda”.

Komisi Pembimbing :
1. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MS
2. Dr. Ir. Hadi Riyadi, MS
3. Dr. drh. Wiwin Winarsih, M.Si, APVet

 

6 Cara Tetap Produktif di Usia Tua Seperti Ma’ruf dan Prabowo

Joko Widodo memutuskan menggandeng Ma’ruf Amin untuk maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres 2019. Meski tak ada batasan umur, pilihan ini menuai beberapa reaksi lantaran Ma’ruf yang tahun ini 75 tahun dianggap terlalu tua.

Menurut UU RI No 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan lanjut usia, lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia di atas 60 tahun.

Berdasarkan standar ini, di antara keempat capres dan cawapres, ada dua lansia yang mencalonkan diri di Pilpres 2019 mendatang yaitu Ma’ruf Amin (cawapres Jokowi) dan Prabowo (Capres).

Profesor Gizi Masyarakat IPB Dodik Briawan menjelaskan lansia adalah periode usia saat mulai terjadi penurunan fungsi tubuh atau dikenal dengan degeneratif. Hal ini membuat kemampuan lansia banyak berkurang.

“Kemampuannya tidak bisa disamakan dengan sewaktu usia dewasa, apalagi seperti usia remaja,” kata Dodik kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, Dodik menyebut bukan berarti lansia selalu diasosiasikan dengan tubuh yang renta, ringkih, pikun, dan lemaj. Menurutnya, ada banyak tokoh sepuh yang masih produktif di usia tua seperti penemu KFC Colonel Sanders, Nelson Mandela, dan Perdana Menteri Malaysia yang baru Mahathir Muhammad.

“Jadi masih mungkin pada usia senja masih bisa produktif dalam berkarya,” tutur Dodik.

Tak cuma Ma’ruf Amin dan Prabowo yang masih bisa produktif dan berkarya, para lansia pada umumnya juga masih bisa produktif. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga stamina dan kesehatan tetap prima bagi para lansia agar produktif dan otak tetap tajam.

1. Olahraga

Berolahraga dapat menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kekuatan. Alasanya, semakin tua usia tubuh, latihan kekuatan dengan berolahraga dan membantu membangun massa otot dan mempertahankan kekuatan otot.

Dodik menyarankan untuk memilih olahraga yang nyaman dan menyenangkan untuk dilakukan. Artinya, tak perlu memaksa untuk berolahraga seperti orang lainnya.

Olahraga itu dapat berupa lari pagi santai, aerobik atau yoga.

“Lari dan olahraga lainnya juga harus disesuaikan dengan kemampuan diri, jangan menakar kemampuan dengan melihat orang lain. Olahraga itu personal,” kata Matias Ibo, fisioterapis olahraga kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

“Secara sederhana kurangi makanan yang banyak mengandung gula, garam dan lemak,” ucap dosen Ilmu Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga ini.

Di sisi lain, perbanyak konsumsi buah dan sayuran. Penelitian menunjukkan buah dan sayur dapat mengurangi risiko kolesterol dan menangkal kanker yang banyak menyerang di usia tua.

Pasalnya, buah dan sayuran mengandung banyak vitamin, mineral dan antioksidan yang dapat meningkatkan sistem imun serta menangkal penyakit.

3. Istirahat yang cukup

Lansia membutuhkan waktu tidur yang cukup selama 7-9 jam sehari. Hanya saja, kondisi kesehatan obat-obatan yang dikonsumsi dan kebiasaan buruk yang dijalani membuat orang tua kesulitan tidur cukup.

“Istirahat yang cukup karena tubuh perlu ada fase yang harus diistirahatkan,” ujar Dodik.

Tidur mesti menjadi prioritas bagi orang tua agar dapat menjalani kegiatan sehari-hari dengan baik dan bertenaga.

4. Kurangi stres

Menurut Dodik, stres dapat menjadi pemicu ritme tubuh berantakan sehingga mengakibatkan sulit beristirahat. Dodik menyarankan agar lansia dapat meredakan stres dengan melakukan hal yang menyenangkan.

“Terdapat management stress yang berbeda antar individu, misal dengan menyanyi, mancing ikan atau membaca Al-Quran bagi seorang Muslim,” kata Dodik.

5. Menemukan tujuan hidup

Salah satu hal yang harus dimiliki di masa tua adalah tujuan hidup. Very Well Health menjelaskan hidup dengan tujuan dapat memacu tubuh untuk memiliki kekuatan lebih demi mencapai tujuan itu.

Tujuan hidup ini bisa didapati melalui agama yang dianut, keluarga, atau bahkan menjadi sukarelawan. Kegiatan ini dapat membuat para orang tua merasa terhubung dan dibutuhkan sehingga tetap kuat menjalani kegiatan sehari-hari.

6. Minum air putih

Menjaga tubuh untuk tetap terhidrasi penting bagi orang yang sudah berusia lanjut. Mengonsumsi air putih dapat menjaga kesehatan metabolisme tubuh.

Menurut organicliaison.com, meminum 500 ml air per hari membantu meningkatkan metabolisme hingga 30 persen. Studi bahkan menyarankan untuk meminum segelas air setiap jam aga membuat tubuh tetap fokus.

sumber : CNN Indonesia

 

 

 

Seminar Hasil KKN-T Mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) 15 Agustus 2018

Seminar Hasil KKN-T Mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) 15 Agustus 2018 dilaksanakan di Ruang Diskusi Betakaroten, Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

 

Pengumuman Penting mengenai Ujian Kompetensi (Ukom) Nutritionist Nasional

Kepada seluruh Mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat, FEMA – IPB yang akan mengikuti Ujian Kompetensi (Ukom) Nutritonist nasional, mohon perhatikan tanggal-tanggal penting berikut ini:

 

15 Agutus 2018 (Rabu): Sharing informasi, penyegaran, tips & trik, dan teknis terkait Ukom Nasional

12 – 15 Agustus 2018 (Minggu – Rabu): Waktu pendaftaran Try out internal kedua Ukom Nutritionist Pendaftaran dilakukan melalui link berikut: http://bit.ly/2B6w15k

22 Agustus 2018 (Rabu): batas akhir pendaftaran Ukom Nasional

6 September 2018 (Kamis): Try out internal kedua Ukom Nutritionist (tidak dipungut biaya)

22 September 2018 (Sabtu): Ujian Kompetensi (Ukom) Nutritionis Nasional

 

Pertemuan penyegaran informasi Ukom, akan dilakukan hari rabu tanggal 15 Agustus 2018 (jam 08.00 – 10.00 WIB) di ruang Auditorium GMK dan bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa GM, FEMA – IPB yang akan mengikuti Ukom Nasional.

Mohon bantuannya untuk menyebarkan informasi ini pada teman-temannya yang lain. Terima kasih dan semoga semua lulus untuk Ukom nasional mendatang.

 

 

 

Training on Trainers (TOT) Pendidikan Gizi Guru Sekolah Dasar

Departemen Gizi Masyarakat bekerjasama dengan Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia dan South East Asia Public Health Network (SEA-PHN) telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan materi pendidikan gizi bagi guru Sekolah Dasar (SD). Pelatihan yang telah diselenggarakan pada hari Rabu dan Kamis (1 – 2 Agustus 2018) ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat dosen Departemen Gizi Masyarakat, FEMA – IPB dan merupakan bagian dari kegiatan yang dilakukan secara serentak di beberapa Negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam). Sebagai tahap awal, peserta kegiatan ini adalah Kepala Sekolah dan guru kelas 4 SDN Gunung Batu 1 dan SDN Gunung Batu 2.

Secara garis besar, kegiatan TOT ini merupakan salah satu bagian dari kegiatan Program Gizi Anak Sekolah untuk Mewujudkan Anak Sehat dan Aktif yang dalam skala ASEAN diberi nama “Good Nutrition, Key to Healthy Children (GNKHC)”. Materi pendidikan gizi yang disampaikan dalam TOT ini meliputi: Pola Makan Sehat, dari Tumpeng ke Piring; Hidup Aktif, Hidup Sehat; Serealia dan Umbi-Umbian untuk Badan Sehat dan Energik; Sayur dan Buah untuk Kesehatan; Protein membuatmu Tumbuh Lebih Tinggi; Batasi Gula, Garam dan Minyak agar Lebih Sehat; Pilih jajanan Aman dan Bergizi; Baca Label untuk Memilih Makanan Sehat; dan Review, Ringkasan Materi Gizi Anak Sekolah untuk Sehat dan Cerdas. Setelah TOT selesai dilaksanakan, maka tahap berikut nya adalah implementasi materi TOT oleh para guru SD kepada siswa didiknya sehingga tujuan besar program, yaitu mewujudkan anak yang sehat dan aktif akan dapat tercapai.

sumber : Muhammad Aries SP., M.Si

 

 

 

 

Summer Course : Introduction to Community Nutrition Programs in INDONESIA

Summer Course : Introduction to Community Nutrition Programs in INDONESIA

FOCUSING ON MATERNAL AND CHILD PROGRAMS

17 – 21 September 2018

 

Registration Link : http://bit.ly/SummerCourseGIZ

Seminar dan pelatihan instrumen pH meter dan timbangan analitis dari Ohaus

Pada Kamis, 12 April 2018, Departemen Gizi Masyarakat bekerjasama dengan PT Alfascale Indonesia sebagai agen tunggal merk Ohaus di Indonesia menyelenggarakan seminar dan pelatihan penggunaan instrument pH meter dan timbangan analitis. Sejumlah 30 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri atas mahasiswa sarjana, mahasiswa pascasarjana, pranata laboratorium, dan dosen. Seminar dimulai pukul 9 pagi dan diawali dengan seminar pengenalan teori dan prinsip kerja timbangan analitis dan pH meter. Pada sesi siang, kegiatan dilanjutkan dengan hands-on pelatihan penggunaan instrument. Peserta pelatihan tampak antusias dengan kegiatan ini dan mengajukan banyak pertanyaan kepada pelatih dari Ohaus, sambil mencoba mengoperasikan instrument secara langsung.

 

sumber : Zuraidah Nasution, STP., M.Sc