University of the Ryukyus Short-Term Student Exchange Program, Japan 2018

University of the Ryukyu, Japan

Full Semester (October ) 2018

Eligibility

  1. Full-time undergraduate students who have finished the second year of study at their home institution
  2. Applicants must be native English speakers or possess an official TOEFL score at least 500(PBT) /173(CBT) / 61(iBT) or an official TOEIC score of at least 590 or an IELTS score of 5.5

Application steps :

  1. Submit all application documents in a red folder to DITMAWA by 12 February 2018 at the latest
  2. Interview session will be conducted if necessary (based on further announcement)

 

Application form and detailed information :

http://bit.ly/2rXsoKf

 

Please contact subditpkmipb@gmail.com for further inquiries in the following format :

URSEP2018-Name-Student ID-Major-Inqury

 

Pencegahan gizi buruk harus dilakukan sejak dini, melalui ASI dan MPASI yang tepat untuk anak.

Prof. Dr. Dodik Briawan MCN, pengajar dan peneliti Departemen Gizi Masyarakat, FEMA IPB menyampaikan intervensi gizi perlu dilakukan dalam bentuk edukasi secara berkesinambungan kepada masyarakat, terutama orang tua.

“Orang tua harus paham betul kebutuhan nutrisi anak, makanan yang baik dan tidak baik, tidak terpengaruh gaya hidup yang serba instan serta iklan-iklan produk makanan anak yang kadang menjanjikan hal yang berlebihan,” kata Dodik Briawan.

Berdasarkan catatan Bappenas, permasalahan gizi buruk meyebar di seluruh wilayah dan lintas kelompok pendapatan. Artinya, permasalahan stunting dan gizi buruk tidak hanya dialami masyarakat ekonomi lemah, namun juga masyarakat menengah ke. atas.

Penyebabnya adalah pemahaman masyarakat yang salah terkait kebutuhan nutrisi anak.

“Seperti halnya dengan susu kental manis, di seluruh dunia juga ada. Hanya saja, di Indonesia yang bermasalah adalah konten dalam beriklan dan berpromosi. Memang pada iklan terdapat banyak makanan lainnya, namun tetap ada bagian yang membangun persepsi masyarakat bahwa produk ini adalah susu untuk diminum sehari-hari. Dan kita tahu, masyarakat Indonesia kecenderungannya lebih percaya kepada iklan. Jika tidak diluruskan, ada semacam pembohongan melalui iklan,” papar Siti Masrifah saat acara Peringatan Hari Gizi Nasional 2018 Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Anak Indonesia Zaman Now yang digelar PP Muslimat NU bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Diketahui, WHO menetapkan batas toleransi stunting (bertubuh pendek) maksimal 20% atau seperlima dari jumlah keseluruhan balita. Sementara, di Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6%. Sebanyak 18,5% kategori sangat pendek dan 17,1% kategori pendek.

Stunting tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah dengan jumlah mencapai 16,9% dan terendah ada di Sumatera Utara dengan 7,2 persen.

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

Ketua Departemen Gizi Periode 2018 – 2023

Ketua Departemen Gizi Periode 2018 – 2023 terpilih adalah Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, M.Si