Student Exchange Program from University of Niigata Prefecture (UNP)-Japan August 16-20, 2017

Departemen Gizi Masyarakat Beberapa hari ini kedatangan 19 mahasiswa dan 2 profesor dari Universitas Niigata atau University of Niigata Prefecture (UNP), Jepang. Dalam beberapa hari kedepan mereka akan belajar beberapa aspek tentang Gizi, Budaya dan juga Pertanian. Pada tanggal 17 Agustus yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia telah dilakukan kunjungan ke Kebun percobaan Cikabayan untuk memperkenalkan beberapa tanaman perkebunan yang ada seperti Kopi dan Pisang. Kemudian dilakukan penyambutan oleh ketua Departemen Gizi Masyarakat dan dilaknjutkan kunjungan ke Wilayah KKN-T terdekat di daerah Rumpin untuk melihat perayaan hari kemerdekaan dan diskusi tentang program KKN yang dilakukan oleh mahasiswa IPB terutama yang terkait dengan Gizi. Kemudian pada tanggal 18 Agustus dilakukan kunjungan ke PT Indofood di Bandung beserta Himpunan Mahasiswa Himagizi. Agenda selanjutnya pada tanggal 19 Agustus dilakukan kunjungan ke Labschool dan PAUD di Bogor dan juga Kunjungan ke RSUD Cibinong.  Kemudian hari terakhir tanggal 20 Agustus 2017 Mahasiswa dan profesor dari Niigata akan melakukan kunjungan ke Desa Urug di Desa Kiara Pandak Kecamatan Sukayaja Kabupaten Bogor, disana mereka akan melihat bagaimana pertanian terutama tanam padi menjadi budaya yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.

Kunjungan Universitas Sahid Jakarta

Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB pada tanggal 01 Agustus 2017 menerima kedatangan dari Universitas Sahid, Jakarta. Rombongan disambut oleh Ketua Departemen Gizi Masyarakat (Dr. Rimbawan) dan Sekertaris Departemen Gizi Masyarakat (Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, M.Si). Kunjungan tersebut dimaksudkan sebagai pembelajaran dan berbagi informasi dan pengalaman pengelolaan manajemen. Studi banding berupa kunjungan ke Laboratorium yang ada di Departemen Gizi dan pemaparan Profil Departemen serta sharing informasi yang diperlukan sebagai dasar pembentukan Jurusan Gizi.

Kunjungan Studi Banding Universitas Kristen Satyawacana, Salatiga

Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB pada hari Selasa, 08 Agustus 2017 menerima kunjungan dari Universitas Kristen Satyawacana (UKSW), Salatiga. Rombongan disambut oleh Ketua Departemen Gizi Masyarakat (Dr. Rimbawan) dan Sekertaris Departemen Gizi Masyarakat (Dr. Sri Anna Marliyati). Kunjungan tersebut dimaksudkan sebagai pembelajaran, berbagi informasi dan pengalaman pengelolaan manajemen dan sebagai bekal mendirikan program studi Gizi pada universitas masing – masing. Studi banding berupa kunjungan ke Laboratorium yang ada didepartemen Gizi dan pemaparan Profil Departemen serta sharing informasi yang diperlukan sebagai dasar pembentukan Jurusan Gizi.

Pelatihan Pelayanan Gizi Komprehensif untuk Pemenuhan Kompetensi Registered Dietisien (RD) bagi Calon Pendidik Prodi Dietisien

Beberapa Dosen Departemen Gizi Masyarakat, FEMA, IPB mengikuti Pelatihan Pelayanan Gizi Komprehensif untuk Pemenuhan Kompetensi Registered Dietisien (RD) bagi Calon Pendidik Prodi Dietisien di Jakarta.

Guru Besar IPB Jawab Masalah Gizi Dengan Inovasi Murbei dan Lele

Kesehatan bukanlah sebuah kondisi yang statis pada diri manusia, tetapi sehat adalah proses yang dinamis, progresif, dan kontinu.
Hal tersebutlah yang menjadikan kegiatan sehari-hari manusia berpengaruh terhadap kondisi tubuhnya termasuk bagaimana pola makan dan kualitas asupan gizi yang diterima. Nampaknya Indonesia masih memiliki beragam masalah gizi yang mempengaruhi kondisi kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.
Beberapa masalah gizi yang ditemui di Indonesia ialah kurang energi protein, kurang vitamin A, anemia gizi besi, gizi lebih, dan kurang iodium. Masalah gizi yang terjadi pada masa pertumbuhan dapat berdampak pada kognitif, imunitas, produktivitas kerja, hingga memicu berbagai penyakit.
Masalah gizi tersebut merupakan dampak dari salahnya pola gizi yang dilatarbelakangi oleh lemahnya ekonomi maupun pengetahuan yang salah tentang gizi. Padahal Indonesia memiliki banyak bahan alam sekitar yang kaya gizi dan dapat dikelola dan murah.
Pernahkah anda menyangka pupa ulat sutera memiliki kandungan kaya gizi dan dapat dijadikan pangan? Guru Besar Gizi Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. drh. Clara Meliyanti Koesharto, MSc mengembangkan pangan yang mengeksplorasi alternatif pangan terbarukan berbasis sumber daya lokal sebagai usaha intervensi gizi.
Pupa yang dibuat menjadi tepung bahan pangan itu diberi label sebagai Pury dan telah mendapat paten. Usaha ini disambut baik oleh masyarakat Sulawesi Selatan sebagai salah satu produsen sutera terbesar di Indonesia. Selama ini pupa ulat sutera tidak dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah dalam industri kain sutera.
Langkah intervensi gizi yang dilakukan Prof. Clara tersebut bukanlah kegiatan baru, selain melirik sumber protein ia juga telah mengembangkan teh dari daun murbei, sari buah murbei, dan klorofil dari daun murbei.
Yang menjadi titik fokus dari riset ini adalah manfaat yang dapat diambil dari bahan-bahan lokal sekitar masyarakat sebagai sarana perbaikan kualitas gizi dan kualitas kesehatan masyarakat.
Masih banyak potensi yang dapat dieksplorasi dari kegiatan pengembangan ulat sutera ini, ujarnya.
Sumber pangan lain yang diangkat oleh Prof. Clara yaitu ikan lele. Ikan lele (Clarias gariepinus) pada ukuran tertentu tidak disukai untuk dikonsumsi sehingga tidak terjual, padahal nilai gizi ikan lele masih sama.
Melihat peluang tersebut, ia mengembangkan juga tepung lele untuk dijadikan biskuit lele padat gizi sebagai pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita.
Ternyata dari pengolahan biskuit lele yang dipasarkan dengan nama “Biskuit Clarias” tersebut didapatkan minyak ikan lele yang mengandung Omega 3 dan asam amino yang baik bagi kesehatan manusia.
Pengembangan minyak ikan ini diteruskan ke ranah bisnis dalam produksinya sebagai langkah strategis intervensi gizi masyarakat dan pengembangan pangan terbarukan.
“Saya berharap sumber daya alam lokal Indonesia dapat ditangkap sebagai potensi yang belum termanfaatkan dengan maksimal,” katanya.
Dalam menghadapi tantangan krisis pangan global dan penanganan masalah gizi nasional diperlukan integrasi, koordinasi, dan komunikasi dari berbagai pihak. Sehingga penanganan masalah gizi mulai dari janin dalam kandungan hingga usia lanjut dapat diatasi dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
sumber : antaranews.com

Daftar Nama Pembimbing Tugas Akhir Angkatan 51 Sarjana Ilmu Gizi

Daftar Nama Pembimbing Tugas Akhir Angkatan 51 Sarjana Ilmu Gizi

Download (PDF, 3.2MB)

CASSABOE COMPETITION MENEMUKAN JUARA

Tim Cassaboe IPB kembali menyambangi Desa Wargajaya, Cigudeg, Bogor, pada Sabtu (20/5) lalu. Agenda yang dilaksanakan adalah pameran karya kerajinan pemuda, penilaian produk, dan penganugerahan pemenang. Kegiatan ini terasa semakin meriah sebab diadakan bersamaan dengan halal bi halal pengajian desa menyambut bulan Ramadhan.

Kegiatan yang dihadiri lebih dari 150 warga ini diawali dengan penampilan marawis oleh anak-anak pondok pesantren di Desa Wargajaya, dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC dan sambutan-sambutan oleh para pemangku kepentingan di desa. Kemudian, Faiz, selaku perwakilan sekaligus ketua Tim Cassaboe IPB memaparkan penjelasan program Cassaboe yang memfasilitasi pemuda Wargajaya untuk menggali potensi dan meningkatkan produktivitasnya. Cassaboe merupakan produk kerajinan yang memanfaatkan limbah batang singkong sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Setelah itu, dilakukan penilaian karya oleh juri-juri, di antaranya Dosen Departemen Gizi IPB sekaligus pembimbing PKM Cassaboe Ibu Eny Palupi, Staf Kecamatan bagian Ekonomi dan Pembangunan Bapak Sujarih, dan Danramil Cigudeg Bapak Yusuf. Pak Sujarih mengapresiasi karya para pemuda dan menantang mereka untuk membuat miniatur kantor kecamatan. Sementara Danramil  mendukung penuh dan berharap dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian desa. Bu Eny juga sangat berharap semangat Cassaboe ini terus bergulir demi masa depan yang lebih baik.

Pengumuman pemenang dilakukan selepas penilaian juri. Dari 7 karya yang ditampilkan, terdapat 3 yang dianugerahi sebagai juara I, II, dan III. Para juara mendapat hadiah berupa dana pengembangan usaha agar kegiatan produksi dapat terus berlanjut dan berkembang. Selepas penganugerahan, acara diisi tausyiah oleh kakak kandung Alm. Ustadz Jefri yakni Ustadz Aswan Faisal

Alhamdulillah, kegiatan berlangsung lancar dan disambut dengan antusias oleh warga. Semoga sedikit upaya ini mampu memberikan kebermanfaatan kepada warga, terutama para pemuda Desa Wargajaya sebagai generasi penerus.

#cassaboecompetition
#desaberdaya
#kontribusiuntuknegeri

Narahubung: Faiz (081280445404)

Tim PKMM Cassaboe IPB
@cassaboe_pkmm