International Workshop on Nutrigenetics 2017

Departemen Gizi Masyarakat kedatangan tamu dari University of Reading, Dr Vimal Karani yang merupakan dosen dalam bidang Nutrigenetik yang saat ini sebagai assisten profesor pada Food and Nutrition Sciences University of Reading. Acara dalam bentuk International Workshop on Nutrigenetics 2017 Bertempat di Auditorium GMSK dihadiri oleh dosen dari Departemen Gizi dan Mahasiswa multistrata baik S1, S2 maupun S3.

Dr Vimal memaparkan pengenalan tentang struktur gen, perbedaan nutrigenomik dan nutrigenetik, bagaimana aktivitas fisik, gen dan zat gizi atau sebaliknya dapat mempengaruhi ekspresi gen dan terakhir ditutup dengan pemaparan tentang Personalized Nutrition. Workshp ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat memahami kompleks dasar antara genetik dan penyakit terutama penyakit metabolik (obesitas dan diabetes) dan juga penyakit kardiovaskular. Workshop dimulai pukul 09.30 dan selesai pukul 12.00 WIB dan berjalan dengan lancar.

Kunjungan Universitas Alma Ata Yogyakarta

Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB pada tanggal 28 November 2017 kedatangan tamu dari Universitas Alma Ata Yogyakarta. Kunjungan ini bermaksud untuk mengenal bagaimana program Studi Gizi Masyarakat dan juga sharing tentang pengalaman organisasi mahasiswa yang ada di Departemen Gizi Masyarakat. Dalam rombongan yang terdiri dari 100 lebih mahasiswa dari universitas Alma Ata ikut serta 3 orang dosen dan disambut oleh Ketua Departemen Masyarakat Dr. Rimbawan dan Sekretaris Departemen Dr. Sri Anna Marliyati. Pada kesempatan ini pula hadir perwakilan mahasiswa IPB yakni ketua HIMAGIZI yang mempresentasikan perihal organisasi mahasiswa dan aktivitas kegiatan mahasiswa.

Nilai UTS Mayor Ilmu Gizi Departemen Gizi Semester Ganjil 2017/2018

Departemen Gizi Masyarakat dengan ini mengumumkan nilai Ujian Tengah Semester (UTS) matakuliah-matakuliah yang diampu oleh Departemen Gizi Masyarakat sebagai berikut:

  1. Analisis Zat Gizi Mikro (GIZ331)
  2. Ilmu Bahan Makanan (GIZ231)
  3. Fisiologi Manusia (GIZ212)
  4. Ekologi Pangan dan Gizi (GIZ241)
  5. Gizi Olah Raga (GIZ326)
  6. Analisis Data Pangan dan Gizi (GIZ344)
  7. Kesehatan Masyarakat (GIZ234)
  8. Bioetika (GIZ229)
  9. Epidemologi Gizi (GIZ345)
  10. Gizi dalam Daur Kehidupan (GIZ221)

Program Warung Anak Sehat Dorong Peningkatan Gizi Anak

Sekretaris Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB Dr Ir Sri Anna Marliyati MS, bersama WAS Project Manager Sarihusada Talitha Andini Prameswari, penjual kantin di SDN Nogopuro Sleman, Nurianti Rahayu, dan Warung Anak Sehat Project Manager dari CARE Internasional Indonesia Handayani Sagala.

Anak di usia sekolah memiliki banyak aktivitas di luar rumah sehingga mendorong perilaku membeli makanan atau jajanan baik di dalam maupun sekitar sekolah. Namun, kebutuhan membeli makanan atau jajanan ini tidak selalu dibarengi dengan ketersediaan makanan atau jajanan yang bersih dan sehat. Hal ini, menjadi salah satu pemicu anak mengalami permasalahan gizi yang serius.

Project Manager Warung Anak Sehat (WAS) Sarihusada, Talitha Andini Prameswari, mengatakan, Program Warung Anak Sehat (WAS) yang telah berjalan di tahun kedua, bertujuan untuk mewujudkan sekolah dengan kantin sehat melalui pendampingan dan penyediaan material edukasi.

“Program WAS memiliki target untuk memperbaiki kebiasaan anak sekolah dalam mengonsumsi jajanan bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Kami melihat bila anak memiliki status gizi yang baik, maka anak dapat mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, dan sosial-emosional, secara optimal,” kata Talitha, dalam siaran persnya, Senin (30/10).

Program WAS, lanjut dia, telah menjangkau 350 Sekolah Dasar (SD) di empat kota di Indonesia yaitu Bogor, Bandung, Yogyakarta dan Ambon. “Dalam menjangkau sekolah-sekolah tersebut, WAS mendapatkan rekomendasi dari pemerintah, sehingga program ini dapat bersinergi dengan program pemerintah dan berjalan tepat sasaran,” tambah Talitha.

Sementara itu, Sekretaris Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB), Dr Ir Sri Anna Marliyati MS, mengatakan, selain mengedukasi dan melatih para IWAS, orang tua dan guru juga diberikan informasi penting untuk dapat membentuk perilaku konsumsi atau jajan anak dengan sehat.

“Penting bagi orang tua maupun sekolah untuk dapat menyediakan akses terhadap makanan atau minuman yang sehat pada anak, karena pada usia tersebut anak sudah mulai memilih-milih makanan, juga adanya pengaruh teman dan lingkungan sekitar, serta masih minimnya kantin sekolah,” katanya.

Selain itu, lanjut Dr Sri, fakta menunjukkan bahwa 40 persen anak masih belum membiasakan sarapan, semakin mendorong anak untuk jajan di sekolah. “Kondisi tersebut perlu diatasi melalui upaya dari seluruh masyarakat sekolah untuk memperbaiki pola makan termasuk jajan yang sehat, aman, dan bergizi,” jelasnya.

Program WAS telah berhasil menjangkau 232 guru, 350 IWAS, 27,861 siswa, dan 6,122 orang tua murid yang tersebar di 350 sekolah binaan. Pada tahun ini kepala sekolah dan instansi terkait juga turut terlibat dalam mencanangkan kebijakan sekolah sehat melalui lokakarya di Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Ambon yang diprakarsai oleh Sarihusada.

Sumber: BeritaSatu.com

Economic Challenges Metro TV

Dosen Dep GM FEMA IPB yang juga Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia menjadi nara sumber pada acara Economic Challenges Metro TV selasa malam 7 Nov 2017 membahas “Cegah stunting untuk generasi penerus negeri”.

Presentasi hasil penelitian di Forum pertanian IPIMA

Ipb Bu Evi D: Prof Clara, prof Evy, dan mhs Refdanita (S3), Deni (S2), Putri (S2), Maryam (s2), Rachma (S1) berfoto bersama selesai presentasi hasil penelitian di acara Forum pertanian IPIMA 6-9 november 2017 di bangunan pejabat (TNCP) kampus UPM di Putrajaya Malaysia . Transformasi Pertanian ke arah kelestarian & kesejahteraan serantau : Malaysia – Indonesia.

 

 

Seminar Skripsi | Cindy Novilia I I14154017

Hari/Tanggal Seminar : Selasa, 07 November 2017

Jam : 11.00 – 12.00 WIB

Tempat : Ruang Seminar Lantai III Departemen Gizi Masyarakat

Dosen Pembimbing :

Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, M.Si

Dosen Pemandu :

Dr. Agr. Eny Palupi, S.TP., M.Sc

Judul Makalah :

“Kandungan Gizi, Total Total fenol dan Aktivitas Antioksidan Snack Bar Takokak (Solanum torvum Swartz)”

Pembahas :

  1. Maria Adelina  I14154025
  2. Rio Rizawan P  I14140024
  3. Kania Putri Utami  I14154018
  4. Nurdiyanah  I14140013

Registrasi Ulang KRS Online

Sehubungan dengan kegiatan perkuliahan Semester Genap 2017/2018 yang akan dimulai pada hari Senin, 05 Februari 2018, kami sampaikan pengumuman tentang Pelayanan Registrasi Ulang / KRS Online dan Pembayaran SPP bagi mahasiswa Program Sarjana Semester Genap 2017 / 2018, sebagai berikut :

Download pengumuman disini

Profesor Indonesia Kenalkan Manfaat Daun Torbangun di Australia

Mungkin Anda pernah mendengar manfaat daun torbangun, nama ilmiahnya adalah Coleus ambonicus Lour, yang dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas air susu ibu (ASI). Di kalangan suku Batak, Sumatra Utara, daun ini sudah dikonsumsi oleh ibu-ibu hamil dan menyusui selama ratusan tahun.

Rahasia dari daun ini menjadi mendunia berkat Profesor Rizal Damanik dari Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor, yang sudah menelitinya secara menyeluruh sejak tahun 2001.

Di Australia, Profesor Rizal memperkenalkannya dalam acara First 1000 Days Australia Summit, di Brisbane, hari Kamis (19/10/2017).

Pertemuan ini menghadirkan sejumlah praktisi, pakar kesehatan, ilmuwan, pekerja sosial, untuk memenuhi kebutuhan kesehatan suku Aborigin dan Torres Strait di Australia, dari mulai sebelum konsepsi, atau bertemunya sel telur dan sperma, janin, hingga bayi berusia dua tahun.

“Tanaman ini saya share dengan orang-orang Australia, karena tanaman ini juga terdapat disini [Australia],” ujarnya saat dihubungi Erwin Renaldi dari ABC di Melbourne. “Di dunia belahan lain ada juga warga yang mengkonsumsi sayur ini, tapi bukan untuk meningkatkan jumlah air susu. Sayuran ini hanya dimakan suku Batak untuk keperluan air susu.”

Profesor Rizal memberikan contoh seperti di Vietnam atau Kamboja, sayuran ini digunakan sebagai obat batuk. Sementara di India, sayuran ini dipercaya dapat mengobati gigitan ular. “Respons mereka [warga Australia] kaget, karena tanaman yang biasanya mereka jadikan hiasan ini ternyata bisa dimakan dan memiliki manfaat bagi perempuan menyusui.”

Profesor Rizal masih ingin memprioritaskan ketahanan pangan dan gizi dalam skala nasional. “Masalahnya, angka kematian ibu melahirkan [di Indonesia] itu masih tinggi, karena kekurangan zat besi dan kalsium yang banyak dikandung sayur ini,” ujar Profesor Rizal yang juga lulusan Faculty of Medicine di Monash University, Australia.

“Penelitian ini sudah dibuktikan secara sains, tidak hanya meningkatkan jumlah air susu, tapi juga banyak khasiat untuk perkembangan bayi dan ibunya dengan indikator medis,” tambahnya.

Sumber : republika.co.id