Daftar Pembimbing Akademik Program S1 Ilmu Gizi (Alih Jenis Pendidikan) T.A 2015-2016

Berikut Daftar Pembimbing Akademik bagi Mahasiswa baru Angkatan 9 Program S1 Ilmu Gizi (Alih Jenis Pendidikan), Departemen Gizi Masyarakat T.A 2015-2016

–  Pembimbing Akademik Angkatan 9 Program S1 Ilmu Gizi (Alih Jenis Pendidikan), 2015-2016

Terima Kasih

Sekretariat Departemen Gizi Masyarakat

Prof. Rizal Damanik Menjadi Dosen Tamu di Toyama University, Jepang

Prof. M Rizal Martua Damanik, Guru Besar Ilmu Gizi Departemen Gizi Masyarakat IPB mendapatkan penghargaan yang luar biasa atas ilmu dan hasil penelitiannya sehingga diundang oleh Prof. Morita, Vice Director Institute of Herbal Medicine, Toyama University, Jepang, untuk berbagi ilmunya pada tanggal 4 September 2015, mengenai “Torbangun (Coleus ambonicus Lour): an Indonesian Traditional Cuisine Perceived as Galactogogue”.

Prof Rizal Damanik telah lama mendedikasikan hidupnya untuk meneliti dan mengangkat daun Torbangun dalam keterkaitannya dengan peningkatan produksi ASI demi kualitas generasi berikutnya yang lebih baik. Daun Torbangun merupakan sebuah kearifan lokal asli Batak-Indonesia yang telah terbukti dapat berperan sebagai galactogogue untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Prof Rizal percaya Indonesia sangat kaya akan potensi lokal yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

Dalam kunjungan Prof Rizal ke Jepang pada bulan September ini juga dalam rangka pemantapan rencana riset kolaborasi mengenai Tobangun dengan National Food Research Institute di Tsukuba, Jepang. Pantas bila Prof Rizal yang terkenal dengan berbagai prestasinya yang luar biasa patut dijadikan teladan bagi para peneliti muda dan generasi selanjutnya. Mari bersama kita bangun negeri ini (Eny Palupi).

Venny, Ahli Gizi Teladan Banten Merayakan HUT RI di Istana Negara

Berkat keberhasilan menciptakan pos peningkatan gizi  balita di Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Venny Agustiani Mahardikawati, ahli gizi Puskesmas Pulomerak yang juga merupakan alumni dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor berhasil memenangkan lomba katagori Ahli Gizi Teladan Provinsi Banten 2015 dan mendapatkan kesempatan mengikuti rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-70 Kemerdekaan RI bersama Presiden Joko Widodo.

Vanny mengatakan, pos peningkatan gizi di kelurahan lebak gede adalah pelayanan inovasi pelayanan kesehatan, katagori ahli gizi untuk mewakili Kota Cilegon di tingkat Provinsi Banten. Setelah melakukan rangkaian seleksi, yaitu dimulai dari tes tertulis, kunjungan ke lokasi pusat pelayanan pos peningkatan gizi balita, dan penilaian di lingkungan tempat tinggal Venny, akhirnya tim juri memberikan nilai terbaik kepada Venny sebagai ahli gizi terbaik.

“Pelayanan pos peningkatan gizi balita memberikan pemeriksaan kesehatan rutin kepada balita, sosialisasi perawatan balita, mengajarkan cara mengolah makanan yang baik bagi ibu, dan menjaga sanitasi lingkungan,” kata Venny saat ditemui Berita Cilegon Online (BCO), Jumat 21 Agustus 2015.

Sumber : beritacilegon.co.id

Penjajakan Riset Kerjasama dengan UKM, Malaysia

20150819_10233920150818_11384720150819_10232720150819_09391220150818_18341420150819_104335

Dr Rimbawan, Ketua Departemen Gizi Masyarakat, FEMA-IPB, beserta Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MSi dan Reisi Nurdiani, SP, MSi selaku sekretaris I dan II Departemen Gizi Masyarakat pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2015 menyambut kedatangan tamu terhormat perwakilan dari Program Sains Pemakanan, Pusat Pengajian Sains Jagaan Kesihatan, Fakulti Sains Kesihatan, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), yaitu Assoc. Prof. Dr. Hasnah Haron dan Dr. Hanis Mastura Yahya. Pertemuan yang dimulai pukul 08:30 WIB ini diawali dengan penjelasan mengenai bidang peminatan dan riset yang sedang dijalani dari kedua belah pihak. Penjelasan dari Departemen Gizi Masyarakat IPB diwakili oleh dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, S.Ked, dr. Naufal Muharam Nurdin, S.Ked, dan Dr. agr. Eny Palupi, STP, MSc. Pertemuan ini juga dihadiri oleh para koordinator dan para kepala bagian Departemen Gizi Masyarakat, serta para staf Departemen. Agenda utama dari pertemuan ini adalah terbangunnya kerjasama penelitian antara GM dan UKM sehingga semakin banyaknya kebaikan dan manfaat untuk masyarakat (Eny Palupi).

Form KRS, Jadwal Kuliah dan Pembagian peserta kuliah PS S1 Ilmu Gizi (Alih Jenis Pendidikan) Tahun Akademik 2015-2016

Berikut disampaikan form KRS, Jadwal Kuliah dan pembagian peserta kuliah gabung kelas reguler untuk mahasiswa Program S1 Ilmu Gizi (Alih Jenis Pendidikan) semester Ganjil 2015/2016.  Perkuliahan akan dimulai tanggal 1 September 2015.  Seluruh mahasiswa aktif dan tingkat akhir (sedang penelitian) wajib mengisi KRS mulai tanggal 18 Agustus – 4 September 2015. KRS yang sudah diisi dikumpulkan ke sekretariat alih jenis gizi paling lambat tanggal 7 September 2015.

Catatan : Pembimbing Akademik bagi mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016 akan diumumkan kemudian di web ini.

Download :

1. KRS alih jenis Gizi

2. Revisi Jadwal Ganjil 2015-2016 AJ GIZI-kirim Dit AP 270815 (Upload)

3. Revisi Peserta kuliah GANJIL 2015-2016 Angkatan 9

4. Peserta kuliah GANJIL 2015-2016 Angkatan 8

5. Peserta Praktikum GANJIL 2015-2016 Angkatan 8 (Upload)

Terima Kasih

Sekretariat Alih Jenis Gizi

Prof Clara: Mari Menuju Keluarga Mandiri Pangan

20150814013655

Prof Clara, Guru Besar Ilmu Gizi Departemen Gizi Masyarakat IPB mengajak masyarakat menuju Keluarga Mandiri Pangan. Sebanyak lebih dari 200 bibit unggul pisang Cavendish dibagikan dan ditanam di lebih dari 5 desa di daerah kabupaten Bogor, diantaranya Desa Kampung Sawah, Rabak, Cidokom, Gobang, Babakan dan beberapa desa lainnya. Prof Clara sangat berharap ke depannya desa-desa tersebut akan menjadi Desa Mandiri Pangan.

Bibit pisang ini diberikan ke Sekolah/MI dan keluarga yang memiliki anak dan lansia. Beliau berharap bibit pisang bisa dirawat dan hasilnya bisa dijual menjadi modal untuk bisa terus menyekolahkan anaknya, dan para lansia bisa mengisi waktu dengan merawat tanamannya.

Beliau juga membagikan bibit tersebut kepada warga FEMA dengan harapan bisa bersama menuju Ketahanan Pangan Keluarga dengan memanfaatkan pekarangan dimulai dengan menanam pisang Cavendish diikuti tanaman lainnya.

Pembagian pisang Cavendish ini mengandung pesan pemberdayaan masyarakat, kebersamaan dan kemandirian. Prof Clara berharap masyarakat mau mulai menanam dan mencintai tanaman menuju Ketahanan Pangan Keluarga dan membantu keberhasilan Gerakan Komunitas Pangan dan Komunitas Pekarangan Indonesia (KPKP-ID).

Prof Clara juga meneruskan pesan moril dari Prof Haryono Suyono, Mantan Menko Kesra dan Taskin dan Mantan Ketua BKKbN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) yang kini menjadi ketua PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) dan Yayasan Damandiri. Prof Haryono berharap semoga pisang Cavendish menjadi pemicu untuk menambah terus koleksi tanaman laian di halaman rumah Bapak dan Ibu sebagai Kebun Bergizi Keluarga.

Prof Clara yang sangat aktif dalam bidang pengabdian masyarakat ini memiliki harapan dan mimpi besar agar semakin banyak keluarga Indonesia yang mau mengoptimalkan kebun dan pekarangannya menjadi kebun Pangan dan Pekarangan bergizi. Mari menuju Riil Ketahanan Pangan, Mari menjadi Keluarga Mandiri, bukan lagi keluarga binaan, demikian Prof Clara menyampaikan pesannya. (Eny Palupi)

The 5th International Agriculture Students Symposium

Ketentuan:

1. Pengumpulan Abstrak max. 12 Oktober 2015, pukul 10.00 WIB ke subditpkmipb@gmail.com

2. Subjek email : 5thIASS-your name-student ID-departement-abstract submission

3. Abstrak merupakan hasil penelitian/PKM/PKL/KKP (bukan studi pustaka)

4. Abstrak berbahasa Inggris (200-300 kata) dengan mencantumkan judul, nama penulis, nama pembimbing, NIM, Departemen, Fakultas. No. Hp dan alamat email

5. Seleksi berdasarkan abstrak dan presentasi

6. Peserta yang lolos seleksi akan didaftarkan secara kolektif oleh IPB; sebagian dana akan didukung oleh IPB.

Sumber : Ditmawa IPB
Visit us as: www.iass.upm.edu.my

#Kemahasiswaan FEMA

Bersama Mewujudkan Indonesia Swasembada Daging Sapi

Prof Hardinsyah, Guru Besar Ilmu Gizi Departemen Gizi Masyarakat IPB sekaligus Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia (Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia) bersama Prof Muladno, Guru Besar Ilmu Produksi Ternak Departemen Teknologi Produksi Ternak IPB yang saat ini menjabat sebagai Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) berbicara mengenai Indonesia Swasembada Daging Sapi di acara live talk show “Indonesia Morning Show”. Prof Muladno optimis bahwa visi Swasembada Daging Sapi baik untuk diwujudkan demi Indonesia yang lebih baik. Bagaimana mewujudkannya? Tentu pabrik-pabrik sapinya terlebih dahulu yang perlu untuk ditambah baik dari sisi kualitas dan kuantitas. Maksud pabrik-pabrik sapi ini adalah indukan-indukan sapi, ujar Prof Muladno. Prof Hardinsyah sangat sepakat dengan visi mulia ini. Prof Hardinsyah mengingatkan bahwa demi keberhasilan yang utuh, pola pikir dan kinerja yang holistik dari hulu ke hilir yang diterapkan secara terstruktur dan sistematis dengan memperhatikan budaya setempat sangat penting untuk direalisasikan. Prof Hardinsyah juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak hanya bercita-cita mulia swasembada daging sapi, tetapi juga swasembada untuk komoditi penting lainnya seperti beras, gula, kedelai, dan jagung. Oleh karena itu manajemen pemeliharaan mulai dari induk, pakan, hingga output daging perlu diatur secara holistik bersamaan dengan usaha-usaha memajukan pertanian Indonesia lainnya, terutama dalam manajemen pemanfaatan lahan, sumber pakan, air, sumber daya manusia dan juga budaya Indonesia yang spesifik di setiap daerah. Untuk mewujudkan Indonesia Swasembada Daging Sapi, Prof Muladno melahirkan programKemitraan Mulya 52”. Yaitu program kemitraan bersama antara pemerintah sebagai penyedia indukan, pemodal sebagai penyedia dana bulanan dan peternak sebagai pemelihara sapi. Program ini dilakukan dengan cara berinvestasi selama 52 bulan untuk memperoleh 5 kentungan dan 2 kemuliaan. Berita selengkapnya lihat https://www.youtube.com/watch?v=DZCGGAYXbsI. Bangkitlah Indonesia, harapan itu masih ada (Eny Palupi).

Satu Dekade FEMA IPB, Semakin Membumi dan Mendunia

Tanggal 2 Agustus 2015, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor (IPB) tepat berusia 10 tahun. Dengan mengangkat tema “Memperkokoh Aksi Ekologis untuk Kampus Hijau”, Fema merayakan hari jadinya dengan beberapa kegiatan yang diikuti oleh segenap sivitas Fema, Minggu (2/8), di halaman dekanat Fema, Kampus IPB Dramaga, Bogor.
Di hari jadinya yang ke-10 ini, Dekan Fema Dr. Arif Satria menyampaikan bahwa ini adalah kesempatan yang baik bagi Fema untuk lebih berprestasi. “Dalam Dies Fema yang ke-10 ini, merupakan kesempatan bagi Fema untuk meningkatkan perannya dalam mengembangkan keilmuan maupun penelitian, memberikan kontribusi pada kebijakan pemerintah serta mengembangkan masyarakat,” ujar Dr Arif.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof.Dr Yonny Koesmaryono yang mewakili Rektor IPB menyampaikan apresiasinya. “Tiga Departemen yang ada di Fema mulai tumbuh dengan pesat. Ketiga Departemen tersebut dapat dimajukan bersama-sama. Oleh karenanya apresiasi untuk para dosen dan tenaga pendidikan Fema. Mudah-mudahan Fema tetap berjaya, kontributif untuk IPB, nasional dan internasional. Terus membumi dan mendunia,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB Prof.Dr Anas Miftah Fauzi memberikan testimoninya. “Hari ini membuktikan kalau Fema itu memang kompak. Sebagaimana kita lihat progres Fema sangat baik. Sebagai anak bungsu perkembangannya cepat sekali. Kalau kita bicara ketahanan pangan dari sisi teknologi kita sudah selesai, tetapi masalahnya bagaimana cara mengkomunikasikan kepada masyarakat, saya harap Fema dapat mengisi kekosongan itu. Saya kira peran ketiga Departemen yang ada di Fema sangatlah penting,” terang Prof Anas.
Selain itu, hadir juga Dekan Fema yang pertama, yakni Prof.Dr Hardinsyah yang menyampaikan harapannya untuk Fema ke depan. “Dengan tujuh budaya kerja Fema, yaitu tekun, jujur, adil, santun, kebersamaan, harmonis dan persaingan yang sehat, saya yakin membumi dan mendunia tak lama lagi dapat kita raih,” ujarnya optimis.
Dies Fema yang ke-10 ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti jalan sehat, aerobik, lomba, ministral lecturer, serta peresmian kantin plasma sebagai kantin hijau dan kantin organik. “Secara konkrit Fema harus memberikan kontribusi pengelolaan lingkungan hidup. Sekarang sedang direncanakan sebuah demplot ekonomi biru, sebuah konsep kegiatan ekonomi yang zero waste. Dimana kantin-kantin yang ada di Fema akan disuplai gasnya oleh biogas ini. Nanti kita jual pupuk organik juga lele yang semua itu terintegrasi sebagai miniatur pendidikan lingkungan,” terang Dekan Fema, Dr. Arif. (AS)
sumber : ipb

9 Mahasiswa GM berangkat ke Chulalongkorn University, Thailand

Sembilan orang mahasiswa tersebut terdiri dari empat orang Mahasiswa S2 yaitu Mia Srimiati, A’immatul Fauziah, Gelora Mangalik, Linda Riski Sefrina; empat orang Mahasiswa S1 yaitu Rafsan Syabani Cholik, Soraya Qotrunnada, Dian Widya Putri, dan Aviani Harvika; serta seorang Mahasiswa Alih Jenis yaitu Akrim Said. Kesembilan mahasiswa ini akan mendapat beasiswa penuh dari Chulalongkorn University untuk mengikuti rangkaian kegiatan dari “Scholarship Program for Asean Countries”. Kegiatannya berupa program student exchange selama satu semester dimana mahasiswa akan mengikuti perkuliahan di Chulalongkorn University selama 1 semester yaitu mulai Agustus hingga Desember 2015. Hari ini kesembilan mahasiswa tersebut mendapatkan pengarahan dari Kepala Departemen Gizi Masyarakat, Dr Rimbawan, dan seorang Dosen Gizi Masyarakat yang memiliki pengalaman studi di Chulalongkorn University yaitu Aries Sulaeman, S.Gz, M.Si. Mahasiswa penerima beasiswa tersebut akan berangkat pada tanggal 9 Agustus 2015. Selamat dan sukses! Semoga banyak mendapat ilmu dan pengalaman yang baik untuk Indonesia yang lebih baik. (-Eny-)